Connect with us

Zona Bolmong Raya

Kasus perundungan siswi SMK di Bolmong, lima ABH resmi tersangka

Indra: Mereka wajib lapor saja

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Setelah melalui tahap penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan lima pelajar salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang terlibat kasus bullying sebagai tersangka.

Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana mengatakan, dari hasil penyelidikan serta gelar perkara ditemukan cukup alat bukti. Sehingga dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Kendati begitu, kelima Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) belum dilakukan penahanan. Pasalnya, kelimanya masih katagori anak dan juga masih tercatat sebagai siswa-siswi aktif.

“Mereka wajib lapor saja,” kata Indra, Rabu (11/03/2020).

Terkait kasus tersebut, kelima ABH terancam dijerat pasal 82, Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Masing-masing terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Menurut Kapolres Bolmong, pihaknya manargetkan tahap penyidikan paling lambat 20 hari ke depan untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Kejaksaan.

“Kalau bisa secepatnya, bahkan di bawah 20 hari itu lebih baik. Apalagi ini berkaitan dengan anak,” sahut Kapolres Bolmong.

Persoalan ini mengundang perhatian Nahar yang menjabat Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Ia mendatangi kantor Polsek Bolaang, lalu bersua langsung dengan para ABH dan korban, Rabu (11/3/2020).

Nahar mengatakan, pihaknya ingin memastikan proses hukum atas kejadian tersebut tetap jalan tanpa mengabaikan apa yang menjadi hak-hak anak, baik ABH maupun korban.

“Kalau memang ada ketentuan pidana yang dilanggar maka prosesnya harus jalan. Tapi karena ini berkaitan dengan anak, tentu harus menggunakan sistem Peradilan Tindak Pidana Anak,” kata Nahar.

Kementerian PPPA, imbuhnya, ingin memastikan para anak-anak baik korban maupun ABH dalam kondisi baik. Dan memastikan bahwa dalam proses hukum yang sementara berjalan tetap mengedepankan hak-hak anak sebagaimana diatur dalam UU.

“Hari ini kita juga bawa tim psikolog untuk memastikan kondisi psikologi anak-anak dalam kondisi baik. Kita berharap semua bisa kita damping sampai waktu yang dibutuhkan,” ujarnya.

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Nakes kontak erat dengan PDP, Poli bedah RSUD Bolmong tutup sementara

13 Nakes jalani karantina setelah kontak dengan PDP asal Bolmut

Bagikan !

Published

on

RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow. (Foto: Zonautara.com/Marshal D.)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Pelayanan kesehatan pada poliklinik bedah dan tindakan operasi bedah umum di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dihentikan untuk sementara waktu, terhitung mulai tanggal 27 April 2020.

Menurut Direktur RSUD Datoe Binangkang, Debby Kulo, penghentian pelayanan untuk sementara waktu itu lantaran 13 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di ruang poliklinik bedah RSUD Datoe Binangkang mengalami kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 asal Bolmong Utara (Bolmut).

“Karena itu, 13 nakes tersebut yang terdiri dari DPJP (dokter penanggung jawab pelayanan), dokter ruangan dan perawat, harus menjalani karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari. Untuk pelaksanaan pelayanan kembali akan diinformasikan setelah semua tahapan karantina selesai dilaksanakan,” kata Debby, Rabu 29 April 2020.

Sebelumnya, RSUD Datoe Binangkang merawat pasien laki-laki 21 Tahun dari Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolmut. Yang kemudian dirujuk ke RSUD Kotamobagu pada 23 April 2020 dengan status PDP Covi-19 lantaran didiagnosa suspect pneumonia atau radang paru-paru dan suspect Covid-19.

Pasen akhirnya meninggal dunia di RSUD Kotamobagu pada Sabtu 25 April 2020, dan dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

“Kita juga masih menunggu dulu hasil swab dari pasien ini. Semoga saja hasilnya negatif,” pungkas Debby.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com