Connect with us

ZONA DAERAH

Terpaksa gelar kegiatan kemasyarakatan, social distancing wajib diterapkan

Published

on

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon saat melakukan konferensi pers. (Foto: zonautara.com)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Tomohon meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak.

Jika memang terpaksa untuk melakukan kegiatan kemasyarakatan, khususnya karena ada kejadian duka, kebijakan social distancing wajib diterapkan.

Hal tersebut disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon saat melakukan konferensi pers, di kantor Wali Kota Tomohon, Selasa (31/3/2020).

Ketua Gugus Tugas yang juga Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman mengatakan, pihaknya melalui pemerintah kelurahan terus mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, yang berpotensi menjadi sarana penyebaran Covid-19.

“Pemerintah kelurahan terus mengimbau, jika ada kedukaan, pelayat tidak perlu berlama-lama dan yang di dalam ruangan cukup keluarga, hindari berjabat tangan dan disiapkan tempat cuci tangan,” ujar Eman.

Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas yang juga Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait menegaskan, berdasarkan Maklumat Kapolri, masyarakat tidak diperkenakan untuk berkumpul dan melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Kita tetap imbau masyarakat terkait keramaian, kita minta supaya dikurangi, jika tidak akan ditindak sesuai peraturan kekarantinaan ataupun KUHP,” tegas Sirait.

Senada diungkapkan Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas.

“Kalau ada duka dan harus ada yang berkumpul, tetap harus ada jarak yang ditentukan,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Tahun 2020, 11 desa maju dan 85 desa berkembang di Bolmut

Published

on

Pelaksanaan kegiatan dana desa dengan padat karya tunai di Kabupaten Bolmut. (Foto Dinas PMD Bolmut)

BOROKO, ZONAUTARA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmong Utara (Bolmut) merilis rekapitulasi perkembangan status desa di Kabupaten Bolmut tahun 2020, berdasarkan hasil survei Indeks Desa Membangun (IDM).

Dimana tahun 2020 ini ada 11 desa kategori desa maju, 85 desa masuk kategori desa berkembang dan 10 desa tertinggal, dari jumlah 106 desa di Kabupaten Bolmut. 

Kepala Dinas (Kadis) PMD Bolmut Fadly Usup mengatakan data tersebut merupakan data terbaru.

“Survei dilakukan pada 106 desa dengan kuesioner sejumlah 719 pertanyaan,” ungkapnya.

Survei dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dibantu oleh pendamping desa.

“Dan yang mengisi kuesioner tersebut adalah pemerintah desa. Survei ini ini berdasarkan amanat Permendes nomor 2 tahun 2016, “tutur mantan Camat Bolangitang Barat ini.

Usup mengharapkan untuk desa tertinggal harus bisa menjadi desa berkembang, berkembang menjadi maju dan yang maju harus jadi mandiri.

“Atau bisa saja dari tertinggal jadi maju dan ada juga maju jadi tertinggal,” ungkapnya saat ditanya bagaimana desa-desa tersebut kedepannya.

Disinggung apakah baik desa maju dan berkembang disebabkan karena dana desa, dirinya mengiyakan karena pembangunan yang dianggarakan melalui APBDes dan pembangunan yang di anggarakan oleh Pemda.

“Termasuk bagaimana akses ke sekolah, pasar, toko, tempat ibadah, gotong royong, lingkungan, tanggap bencana dan banyak variable yang dinilai,” tuturnya.

Data status desa di Kabupaten Bolmong Utara dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2017
Desa maju : 5
Desa Berkembang : 45
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 8

Tahun 2019
Desa Maju : 5
Desa Berkembang : 76
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 0

Tahun 2020
Desa Maju : 11
Desa Berkembang : 85
Desa Tertinggal : 10
Desa Sangat Tertinggal : 0 

(FM)

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com