Connect with us

CARI TAHU

Bagaimana covid-19 di benua Afrika?

Sudah lebih dari 5000 orang terjangkit di 43 negara yang ada di Afrika.

Bagikan !

Published

on

Suasana pasar tradisional di salah satu negara di Afrika. (Sumber foto: https://africanarguments.org/)

ZONAUTARA.COM – Banyak yang bertanya apakah negara-negara di benua Afrika ikut terpapar covid-19? Jawabannya iya, meski pemberitaan tentang Afrika tidak segencar kasus virus corona di Amerika dan di Eropa.

Dalam data realtime yang disajikan situs Johns Hopkins, hingga Minggu (5/4/2020), sudah ada 181 negara yang melaporkan kasus terpapar virus corona.

Amerika Serikat kini berada pada urutan pertama dengan lebih dari 300 ribu orang terjangkit covid-19, hingga ke Timor Leste yang baru melaporkan satu kasus positif. Dari penelusuran beberapa sumber, hanya tersisa 18 negara anggota PBB yang kini tidak ada kasus penularan virus corona.

Baca: Negara mana saja yang bebas virus corona?

Lalu bagaimana kondisi di benua Afrika? Ternyata negara-negara di Afrika ini juga tak luput dari pandemi covid-19.

Di akses dari situs WHO, data per 1 April 2020 memperlihatkan jumlah orang yang positif terjangkit virus corona mencapai 5.834 orang.

Ada sebanyak 43 negara di Afrika yang melaporkan penularan virus corona. Afrika Selatan mencatat kasus terbanyak dengan 1500 orang terjangkit, menyusul berturut-turut, ada Algeria 1300 kasus, Kamerun 555 kasus dan Burkina Faso 302 kasus.

Negara lainnya seperti Pantai Gading ada 249 kasus, Senegal 219 kasus, Nigeria 201 kasus, Ghana 215 kasus dan Maurits 196 kasus.

Grafik tren kasus covid-19 di Afrika. (Sumber: WHO)

Beberapa negara di Afrika dengan jumlah kasus sedikit antara lain, Chad 8 kasus, Botswana 4 kasus, Gambia 4 kasus, Burundi 3 kasus serta Malawi 3 kasus.

Jumlah orang meninggal di negara-negara Afrika sejauh ini sebanyak 230 orang dan yang sembuh ada sebanyak 421 orang.

Kondisi covid-19 di Afrika. (Sumber: WHO)

Ebola

Afrika pada tahun 2014 menjadi perhatian dunia saat wabah penyakit yang disebabkan virus ebola menewaskan banyak orang di benua itu. Angka kematian akibat virus ebola kala itu mencapai 71%.

Baca pula: Update corona 5 April 2020, sudah 300 ribu orang terjangkit di Amerika Serika

Wabah ebola berawal dari Guinea pada Desember 2014 lalu menyebar ke Liberia dan Sierra Leone. Ebola kemudian menjangkiti penduduk di empat negara lainnya yakni Senegal, Nigeria, Mali dan Republik Demokrasi Kongo.

Virus ebola yang merenggut 3.400 orang itu, tidak meluas ke seluruh dunia sebagaimana virus corona saat ini. Ebola di luar Afrika hanya dilaporkan ada di Italia 1 kasus, Amerika Serikat 4 kasus, Spanyol 1 kasus dan Inggris 1 kasus.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

CARI TAHU

Sudah rindu nge-mal dan nongkrong di kafe? Ini aturannya saat New Normal

Semuanya harus dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Masa karantina berbulan-bulan membuat kita lupa bagaimana rasanya jalan-jalan di mal dan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

Nah, kini pemerintah tengah menyiapkan New Normal agar warga bisa beraktifitas kembali tapi dengan mematuhi aturan atau protokol penanganan covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan aturan tentang pedoman tatanan normal baru (New Normal) produktif dan aman Coronavirus Disease 2019.

Di dalamnya mengatur protokol kegiatan untuk toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank yang harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat tersebut.

Pusat perbelanjaan juga harus gencar-gencarnya mensosialisasikan transaksi online dan metode pembayaran tanpa uang tunai (cashless).

Pengelola mal harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan/minuman otomatis daripada mengoperasikan kafetaria. Hal tersebut bertujuan untuk untuk mengurangi kontak langsung.

Menerapkan aturan jarak fisik, dan semua fasilitas berjarak satu meter dan lebih disarankan dua meter. Dan juga tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain pusat perbelanjaan, salon dan spa juga sudah diijinkan beroperasi. Tetapi para pegawai harus menggunakan masker dan sarung tangan. Harus sering-sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan.

Penerapan aturan juga berlaku untuk restorant dan kafe, dimana sesuai surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal, dan jumlah para pengunjung harus dibatasi.

Pemeriksaan kontrol ketat di setiap pintu masuk dan keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengelola dan pegawai atau petugas juga harus negatif COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid yang dilakukan pemilik atau dinas kesehatan setempat. Selain itu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com