Connect with us

Serba Serbi

Pandemi covid-19, membuat banyak orang lupa hari

59 responden dalam sebuah penelitian mulai ragu saat ditanya ini hari apa.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.com – Sudah begitu lama kita menghabiskan waktu untuk di rumah saja sejak pandemi covid-19 melanda.

Berdiam diri di rumah adalah hal yang penting di masa-masa pandemi ini. Hal tersebut pun membuat adanya pola aktivitas yang berubah.

Karena mengisolasi diri mulai membuat orang lupa hari, bahkan lupa tanggal.

Nah, jika kamu merasakan hal tersebut, jangan khawatir karena banyak orang mengalami hal yang sama juga.

Dilansir dari Foxnews, sebuah penelitian yang dilakukan OnePoll, RXBAR mengungkapkan bahwa banyak orang di Amerika mengalami kesulitan mengingat hari saat mengisolasi diri di rumah selama pandemi covid-19.

Dari hasil penelitian yang di dapat, 59 persen orang yang menjadi responden merasa ragu menjawab tentang hari ketika mereka menjawab pertanyaan.

Dari 2.000 responden, tingkat lupa orang-orang terhadap hari mencapai rata-rata lima kali dalam seminggu.

Selain itu, 80 persen dari mereka merasa terjadi samar-samar saat membedakan hari. Dikarenakan terlalu lama berdiam diri di dalam rumah.

Selain lupa hari, berdiam di dalam rumah di tengah pandemi covid-19 juga memiliki dampak yang lain. Hampir tiga perempat responden mengatakan bahwa mereka telah lelah mengenakan pakaian formal selama isolasi diri. Mereka mulai memakai celana panjang kasual dan baju tidur.

Sekitar 22 persen responden mengatakan mereka terus berpakaian layaknya ke kantor. Bahkan ketika bekerja dari rumah agar membantu mereka tetap termotivasi dan fokus sepanjang hari.

Dan akibat terlalu banyak berdiam di dalam rumah, 65 persen menjelaskan mereka mulai merasa tidak tahan.

Lalu 69 persen menjawab kalau mereka mulai membiasakan diri untuk ngemil yang lebih sehat selama masa pandemi ini.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !

Serba Serbi

Kepandaian burung Beo ini jadi bukti kasus pemerkosaan majikannya

Burung itu mengulangi kalimat korban saat pelaku memerkosanya.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Foto hanya ilustraso.

ZONAUTARA.com – Suara dari burung Beo ini jadi barang bukti pemerkosaan dan pembunuhan, setelah satwa pintar itu meniru kata-kata terakhir dari korban.

Elizabeth Toledo, 46, diperkosa dan kemudian dibunuh di kota San Fernando, Argentina pada Desember 2018.

Pada akhir bulan, seorang polisi menjaga tempat kejadian dan mendengar seekor burung beo berkata, “Ay, no, Por favour, soltame!” (tidak, tolong, biarkan aku pergi).

Polisi yakin burung beo itu mengulangi kata-kata terakhir pemiliknya, saat Ia diduga dipukuli dan diperkosa oleh dua orang yang menyewa kamar di rumahnya.

Media setempat juga mengatakan bahwa, tetangga Toledo juga pernah mendengar burung beo mengatakan “why did you beat me” (mengapa Anda memukuliku) ketika salah satu tersangka yang ditangkap melarikan diri dari rumah.

Kepala Jaksa Bibiana Santella melaporkan telah memasukkan ‘kesaksian’ burung beo itu ke dalam file kasus.

Sebuah otopsi menunjukkan bahwa korban telah dipukuli, diperkosa, dan dicekik hingga mati.

Tubuhnya ditemukan dalam kondisi telanjang dan berbaring telentang di kasur di atas lantai.

Ibu Toledo menyewakan sebuah kamar untuk tiga pria di rumahnya.

Ketiga orang itu ditangkap, tetapi yang satu orang dilaporkan sebagai alibi saat pembunuhan tersebut.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com