Connect with us

ZONA TERKINI

Breaking News 24 Mei: 29 kasus baru positif corona di Sulut

Total kasus positif di Sulut menjadi 230 kasus.

Bagikan !

Published

on

Pemeriksaan rapid test di Dinkes Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Kabar penambahan kasus baru positif terkonfirmasi covid-19 di Sulawesi Utara terjadi hampir setiap hari sepanjang bulan Mei 2020.

Hari ini, Minggu (24/5/2020), sebagaimana yang dirilis pada update data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat, di Sulawesi Utara bertambah 29 kasus baru positif.

Dengan bertambahnya 29 kasus baru positif itu, maka jumlah total secara akumulatif kasus positif corona di Sulut sudah sebanyak 230 kasus.

Pada Sabtu (23/5) kemarin, Satgas Covid-19 Sulut juga mengumumkan ada tiga kasus baru positif corona yang semuanya berasal dari Manado.

Jika dirunut sejak tanggal 8 Mei, pertambahan kasus baru di Sulawesi Utara sebagai berikut:

TanggalKasus baru yang diumumkan
8 Mei2 kasus positif
9 Mei6 kasus positif
10 Mei18 kasus positif
11 Mei0 kasus positif
12 Mei3 kasus positif
13 Mei8 kasus positif
14 Mei1 kasus positif
15 Mei22 kasus positif
16 Mei9 kasus positif
17 Mei0 kasus positif
18 Mei2 kasus positif
19 Mei10 kasus positif
20 Mei24 kasus positif
21 Mei30 kasus positif
22 Mei18 kasus positif
23 Mei3 kasus positif

Jika dibuatkan grafiknya, maka penambahan kasus positif per hari di sulut bervariasi jumlahnya. Tertinggi pada 21 Mei, dimana ada 30 kasus baru yang diumumkan.

Pada tanggal 11 Mei dan 17 Mei, tidak ada kasus baru yang diumumkan. Angka terendah penambahan kasus baru positif corona ada pada tanggal 14 Mei, yakni satu kasus positif.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com