Connect with us

ZONA TERKINI

Ini rincian 23 kasus baru corona di Sulut pada 3 Juni

Terbanyak berasal dari Manado.

Bagikan !

Published

on

Petugas laboratorium sedang memeriksa sampel darah. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Pada Selasa (3/6/2020) ada penambahan 23 kasus baru positif di Sulawesi Utara. Sementara pada Senin (1/6) kemarin, Sulut juga mengumumkan ada 15 kasus baru positif terkonfirmasi covid-19.

“Iya hari ini kita bertambah 23 kasus positif lagi, sebagaimana yang telah diupdate sebelumnya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel.

Dengan bertambahnya 23 kasus baru positif tersebut, kini secara akumulatif, Sulut sudah mencatat sebanyak 377 kasus positif.

Adapun 23 kasus baru positif yang diumumkan hari ini berasal dari ….

Berikut detil 23 kasus baru yang diumumkan hari ini:

Kasus 355, merupakan seorang perempuan, berusia 35 tahun asal Manado, yang bersangkutan bagian dari klaster Pasar Pinasungkulan,” ujar Dandel

Kasus 356, perempuan, 45 tahun, asal Manado, klaster Pasar Pinasungkulan.

Kasus 357, laki-laki, 44 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 168.

Kasus 358, perempuan, 2 bulan, asal Minahasa Tenggara, KERT dengan Kasus 189.

Kasus 359, laki-laki, 64 tahun, asal Manado, klaster Pasar Pinasungkulan.

Kasus 360, laki-laki, 69 tahun, asal Manado, klaster Pasar Pinasungkulan.

Kasus 361, laki-laki, 67 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 362, perempuan, 30 tahun, tenaga kesehatan di Faskes C di Manado.

Kasus 363, perempuan, 34 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 168.

Kasus 364, perempuan, 47 tahun, asal Manado, PDP di rumah sakit di Manado.

Kasus 365, perempuan, 48 tahun, asal Manado, PDP di rumah sakit di Manado.

Lihat Kasus 366 hingga Kasus 377

Bagikan !

Pages: 1 2

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com