Connect with us

ZONAPEDIA

Mari kenali apa itu rapid test, sebelum melakukan pemeriksaan

Rapid test hanya sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau COVID-19.

Bagikan !

Published

on

Rapid test yang dilaksanakan di Minut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia semakin bertambah setiap harinya. Menghadapi kondisi ini, guna mencegah penyebaran virus ini lebih luas lagi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test yang lebih masif, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

Tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah.

Rapid test ini juga menjadi syarat dalam beberapa hal misalnya untuk melakukan perjalanan, syarat untuk beberapa lamaran pekerjaan, atau bagi orang yang sekedar ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Tetapi sebelum lakukan rapid test, ketahui dahulu apa sebenarnya rapid test itu.

Dikutip dari laman www.alodokter.com, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona.

Dengan kata lain, bila antibodi terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar oleh virus. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus corona. Oleh karena itu jika hasilnya negatif, anda masih diharuskan melakukan pemeriksaan rapid test sekali lagi 7–10 hari setelahnya.

Sebaliknya, bila hasil rapid test anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Jadi, rapid test disini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus corona sejauh ini dilakukan melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Melalui pemeriksaan ini akan dideteksi langsung keberadaan virus corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus.

Jadi, apa pun hasil rapid test-nya, pantau terus kondisi kesehatan Anda. Bila muncul gejala COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagikan !

ZONAPEDIA

Menyambut “new normal”, berikut persiapan yang diperlukan

Persiapan mental juga perlu dilakukan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.COM – Menyambut new normal, kita akan kembali beraktivitas seperti biasa di luar rumah. Akan tetapi, jangan lupa bahwa pandemi virus corona masih belum selesai, dan masyarakat harus tetap waspada.

Untuk menjadi masyarakat produktif, tetap aman dari Covid-19 ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Selain terus menerapkan disiplin diri dengan menaati protokol kesehatan untuk rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan, pemerintah telah mempersiapkan beberapa panduan menuju new normal.

Pelajari beberapa ketentuan dalam panduan, sehingga Anda bisa berperan aktif memantau apakah tempat bekerja Anda sudah menerapkannya untuk kepentingan bersama. Panduan yang telah dikeluarkan pemerintah di antaranya adalah panduan new normal di perkantoran dan industri serta panduan new normal di sektor jasa dan perdagangan.

Disamping protokol panduan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapi kehidupan kenormalan yang baru. Secara pribadi, persiapkan mental untuk menerima segala perubahan kebiasaan yang akan terjadi.

Semua orang diminta berperilaku hidup sehat dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang selama ini sering didengungkan.

Protokol pencegahan itu di antaranya:

• Selalu menggunakan masker jika bepergian ke luar rumah.

• Memahami etika batuk.

• Tidak keluar rumah jika tak memiliki kepentingan mendesak.

• Rajin mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol minimal 60%.

• Tidak bertukar barang dengan orang lain di tempat kerja, misalnya membawa piring, gelas, dan sendok sendiri.

• Menghindari kerumunan.

Selain itu, di era yang banjir informasi ini, pastikan Anda juga mengakses informasi yang terverifikasi sehingga tidak panik jika mendapatkan informasi terkait kebijakan di era new normal nanti.

Website resmi pemerintah mengenai penanganan COVID-19 bisa Anda akses melalui situs: covid19.go.id.

Pastikan pula Anda menjaga kesehatan dengan menjaga imunitas tubuh, salah satunya dengan menjaga pikiran tetap positif dan hati gembira. Stay healthy!

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com