Connect with us

Published

on

ZONAUTARA.COM – Seekor anjing dari jenis Golden Retriever di Manado pintar mengemudikan sepeda motor.

Oleh pemiliknya Revol Gerungan, anjing itu diberi nama Sidney. Sidney yang berumur 2,5 tahun (kala itu, video ini diambil pada 2016 lalu) dilatih oleh Revol sejak masih berumur 3 bulan.

Awalnya Sidney suka duduk di dashboard motor saat Revol mengajaknya jalan-jalan. Lama kelamaan Sidney sering dibonceng oleh Revol. Takut anjingnya jatuh, Revol lalu menaruh Sidney di depan. Ternyata anjing ini mempunyai bakat mengemudikan motor.

Sejak itu Revol lalu mengajarinya hingga mahir. Sidney sempat menjadi perhatian banyak orang, karena sering mengemudikan motor dan membonceng Revol di belakangnya. Bahkan Sidney menjadi pemberitaan berbagai media hingga ke luar negeri.

Keluarga Revol merupakan keluarga penyuka anjing. Selain Sidney mereka juga masih mempunyai beberapa jenis anjing dari berbagai ras. Kemampuan lain Sidney adalah berenang. Dia lihai berenang hingga jarak lebih dari seratus meter, baik di kolam maupun di laut. Revol dan Sidney tergabung dalam komunitas Manado Dog Lovers.

Apakah Sidney masih mahir mengemudikan sepeda motor hingga saat ini?

Bagikan !

Video

VIDEO: Menambang batu kapur di Lobong

Batu gamping itu menjadi bahan dasar pembuatan kapur. Batu berukuran raksasa itu terlebih dahulu dibakar agar mudah dipecahkan menjadi ukuran–ukuran kecil. Batu-batu itu kemudian dimasukkan dalam tungku, lalu dibakar sebelum diproses menjadi kapur.

Bagikan !

Published

on

Tambang batu kapur

ZONAUTARA.COM – Selain penghasil nenas, Lobong dan daerah di sekitarnya di Kabupaten Bolaang Mongondow juga menjadi penghasil kapur.

Warga yang menggantungkan hidup mereka dari menambang batu kapur, bekerja di tungku-tungku pembakaran yang dibangun oleh pemilik lahan, yang tanah mereka terdapat batu gamping.

Batu gamping itu menjadi bahan dasar pembuatan kapur. Batu berukuran raksasa itu terlebih dahulu dibakar agar mudah dipecahkan menjadi ukuran–ukuran kecil. Batu-batu itu kemudian dimasukkan dalam tungku, lalu dibakar sebelum diproses menjadi kapur.

Hasil akhir kapur dijual ke para petambang, pemilik tambak udang dan pemilik lahan perkebunan yang memerlukan kapur. Saat ditemui, Minggu (2/8/220), beberapa pekerja di tungku menceritakan soal upah mereka yang minim serta peralatan yang sederhana dan tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan diri dan perlindungan kesehatan.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com