Makna kisah Perampok Cerdas yang bisa dipetik dan diterapkan

4 mins read
Ilustrasi. (image : pixabay.com)

ZONAUTARA.comPada suatu hari seorang perampok memasuki perusahaan bank untuk mencuri. Perampok berteriak pada semua orang di bank, “Jangan bergerak! Semua ini milik negara, tapi hidup dan nyawa anda adalah milik anda.” Semua orang di bank itupun tiarap.

Tiba-tiba salah satu nasabah yang sexy malah mencoba merayu perampok itu. Tapi perampok itu malah berteriak, “Yang sopan, Mbak! Ini perampokan bukan pemerkosaan!”

Setelah selesai merampok dan kembali ke rumah, perampok muda yang ternyata merupakan MBA lulusan universitas terkenal, berkata pada perampok yang lebih senior yang hanya merupakan lulusan SD, “Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita.”

Perampok senior malah menjawab, “Dasar bodoh! Uang yang kita rampok banyak, repot untuk menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai sejumlah uang yang kita rampok.”

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang malah berkata, “Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 miliar setelah itu baru kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Kemudian Kepala Cabang Bank yang dirampok berkata, “Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 miliar telah dirampok dari bank. Perampok menghitung uang rampokannya dan malah jadi murka. Rampokannya ternyata hanya bernilai 20 miliar sedangkan sisa 80 miliar malah dirampok orang bank atas nama mereka.

“Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya,” gumamnya.

Meski mengandung humor namun ada poin-poin yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari cerita di atas. Kisah itu bukan sebagai tutorial merampok. Ada poin-poin yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

Ketika perampok melontarkan ancaman pertama, sebenarnya teknik itu bisa disebut mind changing concept. Merubah cara berpikir. Semua orang akhirnya tiarap dan menyetujui pola pikir yang ditawarkan sang perampok.

Perampok berhasil merubah cara pikir orang-orang dengan menawarkan point of view yang berbeda.

Perampok yang tetap konsisten pada tujuan meski disodorkan godaan, itu disebut being proffesional. Bertindak profesional. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan. Jangan biarkan hal-hal tertentu mengalihkan perhatian dari tujuan kita.

Di dunia yang paling berpengalaman selalu punya cara yang lebih sederhana. Sesimpel saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan kita. Hal ini disebut experience atau pengalaman. Pada hakikatnya, pengalaman bisa saja menjadi lebih penting dari pada selembar kertas dari universitas.

Para pegawai bank yang mengambil kesempatan dalam kesempitan itu disebut swim with the tide. Ikut arus. Membuat solusi dari sebuah situasi buruk dengan memanfaatkan situasi tersebut.

Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan. Dengan seizing opportunity atau berani mengambil resiko. Dengan ini kamu bisa saja membuka pintu pada kesempatan baru. Killing boredom. Keluar dari jalur sekali-kali. Buat dan cobalah hal-hal baru.

Kesempatan yang didapatkan para pegawai bank juga bisa disebut sebagai knowledge is worth as much as gold. Pengetahuan itu lebih berharga dari harta. Meski pengalaman adalah guru terbaik, tapi pendidikan bisa menjadi jalan pintas.

Kita mungkin akan menghabiskan hidup untuk mencoba dan gagal pada lebih banyak kesempatan tanpa pendidikan. Dengan pendidikan dan ilmu kita bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik.

Bagikan !

Latest from Blog

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com