ZONAUTARA.com – Jejaring ssosial Facebook dan Twitter menindak informasi yang dinilai salah mengenai virus corona, yakni postingan Donald Trump yang mengklaim bahwa Covid-19 tidak begitu mematikan ketimbang flu.

Via Twitter, Presiden Amerika Serikat ini berkata, “tiap tahunnya ada ribuan orang meninggal karena flu meskipun sudah ada vaksin. Apakah kemudian kami perlu menutup negara ini? Tidak karena kita sudah belajar hidup bersamanya, sama seperti kita belajar untuk hidup bersama COVID-19 yang tidak lebih berbahaya,” ujar Donald Trump via akun twitternya, Selasa (6/10/2020).

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1313449844413992961

Postingan perbandingannya tersebut, membuat media sosial tak tinggal diam. Dikutip dari Mirror, Twitter sudah memberi tanda peringatan pada cuitan Trump karena dinilai menyesatkan.

Sedangkan pada platform Facebook, Donald Trump mendapat perlakuan lebih tegas, yakni langsung menghapusnya.

Di antara kasus covid-19 yang dilaporkan di AS, hampir 6% telah meninggal atau sekitar 210.000 orang tahun ini.

Sebagai perbandingan, angka kematian akibat flu musiman sekitar 0,1%. Covid-19 telah membunuh lebih banyak orang Amerika daripada flu pada lima tahun terakhir.

Selama musim flu 2019-2020, hanya ada 22.000 kematian terkait Flu di Amerika Serikat.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id