MANADO, ZONAUTARA.com – Tepat di hari peringatan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020), jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) telah mencapai angka 200 jiwa.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Percepatan Covid-19 Sulut Steaven Dandel mengatakan bahwa angka 200 ini bukan hanya kelompok angka semata, tetapi di dalamnya ada wujud manusia-manusia yang sebelumnya hidup bersama dengan keluarga mereka.

“Dalam kerentanan mereka, ada interaksi sosial di dalamnya, dengan keluarga mereka dan dengan masyarakat sekitar. Sehingga bisa dikatakan ada 200 keluarga yang harus merasakan bagaimana pandemi Covid ini telah merengut anggota keluarga mereka,” kata Steaven melalui rilis yang diterima Zona Utara, Rabu (28/10/2020).

Dijelaskannya, Satgas Covid 19 Provinsi Sulut terus mengingat bahwa ancaman penyakit ini adalah nyata dan bukan hoax. Mereka yang berpenyakit penyerta adalah kelompok yang paling rentan masuk kedalam tingkat keparahan tertinggi.

“Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita semua, untuk menjadi benteng bagi mereka dalam bentuk kepatuhan dan kedisiplinan untuk melaksanakan semua protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam koridor satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa, maka tidaklah berlebihan bila semangat persatuan ini kita gunakan sebagai salah satu modal penting dalam perlawanan kita terhadap
Pandemi Covid 19.

“Dengan semangat persatuan ini kita meyakini bahwa kedisiplinan kita dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menjaga kesehatan tubuh kita, adalah juga bentuk pengorbanan kita dalam menyelamatkan nyawa dari sesama kita yang lebih rentan terhadap infeksi Virus Sars-Cov2 ini,” jelas Steaven.

Bagikan !