MANADO, ZONAUTARA.com – Hendri Johanis-Elis Purede, pasangan suami-istri yang berdomisili di Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, tetap bersemangat memproduksi kerajinan tangan. Pasalnya, pesanan mereka justru meningkat di masa pandemi Covid-19.

Mereka memproduksi kerajinan tangan dari bahan-bahan tempurung kelapa, daun-daun, dan batang pohon yang diproduksi menjadi souvenir yang unik dan bernilai ekonomis.

“Di awal-awal, sebelum masa pandemi covid-19, kami mempunyai toko offline. Di masa pandemi Covid-19, kami memasarkan dengan secara online. Jadi setiap ada yang memesan kami antar langsung dan bayar di tempat,” ujar Elis yang diwawancarai wartawan Zona Utara.

Untuk menghindari kontak langsung, saat mengantarkan order di tempat pemesan, pesanan diletakkan di kardus terbuka. Hal tersebut dilakukan demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

zonautara.com
Ketekunan menjadi kunci Hendri Johanis dalam mengolah tempurung kelapa menjadi hasil kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.(Image: zonautara.com/Tonny Rarung)

Selain memasarkan secara online dan diantar langsung, pasangan yang diberkahi 2 orang anak ini  juga memasarkan dagangannya melalui lapak jual-beli online seperti shopee dan tokopedia. Popularitas kerajinan tangan yang menggunakan nama Manado Eco Craft`s justru kian melejit.

Banyak juga yang sudah langsung datang ke lapak Manado Eco Craft`s yang berada di rumah mereka yang berlokasi di Kelurahan Tongkaina. Alhasil, saat banyak sektor terdampak pandemi Covid-19, penghasilan Manado Eco Craft`s meningkat dari biasanya.

Menariknya, pasangan Hendri dan Elis, juga menggagas konsep ekowisata bakau di Tongkaina yang juga tak pernah sepi dari pengunjung. Menurut Elis, area hutan bakau yang ada di wilayah Tongkaina paling besar sekota Manado.

“Bakau di Tongkaina masih sangat terjaga. Belum ada penambakan dan belum ada penambahan fasilitas seperti jembatan beton sehingga masih sangat terjaga dan alami untuk kepentingan ekowisata,” ujar Elis.

Bagikan !