Vaksin Covid-19 amankah untuk Indonesia?

Sejumlah perusahaan farmasi telah berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 dan siap diedarkan untuk publik. Satu di antara beberapa perusahaan farmasi yang telah siap dengan vaksin Covid-19 adalah Sinovac Biotech Ltd.

Redaksi ZU
Penulis: Redaksi ZU

ZONAUTARA.com – Sejumlah perusahaan farmasi telah berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 dan siap diedarkan untuk publik. Satu di antara beberapa perusahaan farmasi yang telah siap dengan vaksin Covid-19 adalah Sinovac Biotech Ltd.

Lalu amankah vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd tersebut? Persoalan ini memang sempat meragukan banyak pihak menyusul meninggalnya seorang relawan uji klinis tahap akhir di Brazil. Hal ini kemudian membuat uji klinis tahap akhir di Brazil harus ditangguhkan.

Dimas Covas, Kepala institut Butantan yang melakukan uji coba di Brasil, mengatakan bahwa penangguhan uji klinis memang terkait dengan satu kasus kematian, namun dia berkeras kematian itu tidak terkait dengan vaksin Sinovac.

Proses uji klinis tahap akhir vaksin Sinovac di Indonesia dan Turki, tetap berjalan dengan mulus dan tak terpengaruh dengan kejadian di Brasil. Indonesia sendiri sudah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac dan akan menyusul 1,8 juta lagi ke tanah air, walaupun uji klinis yang dilakukan BUMN Bio Farma di Bandung belum selesai.

Pihak Bio Farma melalui laman resminya menyatakan, diperkirakan baru bulan Januari ada interim reportnya. Seluruh relawan telah mendapatkan suntikan kedua per 6 November 2020. Data – data uji klinis dari tim uji klinis Fakultas kedokteran Unpad nantinya akan diserahkan langsung ke Badan POM untuk dilakukan evaluasi untuk proses persetujuan penggunaan daruratnya.




Kini Uji Klinis sudah mulai memasuki tahap pemantauan efikasi dan monitoring, pasca 3 bulan penyuntikan untuk melihat imunogenisitas dan efikasi, serta pengambilan darah setelah 3 bulan. Hingga saat ini tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca-Imunasasi atau KIPI serius yang berhubungan dengan vaksin atau vaksinasi.

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto memberikan penjelasan bahwa kini pemerintah masih menyelesaikan skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baik untuk kebutuhan program bantuan pemerintah maupun kebutuhan mandiri, dan Bio Farma belum melaksanakan sistem pelayanan Pre-Order untuk vaksinasi Covid-19 jalur mandiri dalam bentuk apa pun, baik untuk keperluan fasilitas kesehatan maupun untuk perorangan.

“Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan Pre-Order vaksinasi Covid-19 khususnya untuk jalur mandiri, dan  hingga saat ini, belum ada ketentuan maupun pengaturan teknis dari pemerintah terkait hal tersebut, dan yang terpenting adalah, pelaksanaan vaksinasinya sendiri, tetap menunggu izin penggunaan dari Badan POM,” ujar Bambang melalui laman Bio Farma.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sendiri telah menyetujui vaksin yang akan diedarkan di Indonesia melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Vaksin tersebut diproduksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dapat dilihat di bawah ini:

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com