Salatiga menjadi kota paling toleran, Manado urutan 3, Tomohon peringkat 4

  • Share
Gereja dan Masjid
Bangunan Gereja dan Masjid di dalam satu pekarangan di Ratatotok, Minahasa Tenggara. (Foto: Hermondo Kasiadi)

ZONAUTARA.com – Salatiga di Jawa Tengah menjadi kota yang paling toleran pada tahun 2020, berdasarkan pengukuran indeks kota toleran (IKT) yang dilakukan oleh Setara Institute.

Salatiga meraih skor 6.717, naik dari peringkat kedua pada 2018, menjadi peringkat pertama.

Dalam daftar 10 kota paling toleran di tahun 2018 itu, dua kota di Sulawesi Utara berada dalam daftar itu.

Kedua kota itu adalah Manado dan Tomohon. Manado berada di urutan ketiga dengan skor 6.200, naik satu peringkat dari tahun 2018.

Baca Pula:  Angka kelahiran menurun tapi jumlah penduduk terus bertambah

Sementara Kota Tomohon mengekor Manado di urutan keempat dengan skor 6.183, juga naik peringkat dari urutan ke-8 di tahun 2018.

Setara Institute mengumumkan IKT ini pada Kamis (25/2/2021).

Dari sepuluh besar IKT itu ada dua pendatang baru, yakni Kediri, Jawa Timur, dari peringkat ke-29 pada 2018 menjadi peringkat kedelapan pada 2020. Adapun Sukabumi, dari anak tangga ke-20 masuk ke anak tangga kesembilan. Sedangkan Pematangsiantar terlempar dari sepuluh besar.

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan ada dinamika tinggi dari waktu ke waktu pemantauan.

Baca Pula:  Sengkarut bansos Risma dan Anies, 99 ribu KPM belum terima

“Kalau dilihat dari laporan 2015-2020 terjadi dinamika yang cukup tinggi, ada kota-kota yang tadinya masuk sepuluh besar, terlempar, adanya yang tadinya skor rendah karena toleransinya buruk malah justru naik ke tingkat madya,” katanya.

Berikut daftar 10 kota paling toleran pada 2020

PeringkatKotaSkorPosisi 2018
1Salatiga, Jateng67172
2Singkawang, Kalbar64501
3Manado, Sulut62004
4Tomohon, Sulut61838
5Kupang, NTT60377
6Surabaya, Jatim603310
7Ambon, Maluku57335
8Kediri, Jatim558329
9Sukabumi, Jabar554620
10Bekasi, Jabar55306

Adapun jumlah kota yang diamati sebanyak 94 kota dari 98 kota yang ada.

Unsur pengukuran berada dalam skala 1 hingga 7 meliputi aspek regulasi pemerintah kota (pemkot), tindakan pemkot, regulasi sosial dan demografi agama.



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com