Epidemolog UGM: PPKM Darurat belum berhasil turunkan jumlah kasus positif

  • Share
Sumber : Freepik

ZONAUTARA.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama berpendapat bahwa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 hingga 20 Juli lalu penerapannya belum berhasil memberikan dampak penurunan jumlah kasus positif.

“Belum terlihat penurunannya. Kalaupun turun diikuti jumlah tes yang turun juga,” katanya Jumat (23/7).

Bayu membenarkan bahwa angka kasus Covid-19 sempat turun, namun hal tersebut juga diimbangi dengan tes sampel yang menurun. Sedangkan jumlah kasus positif terpantau stabil di angka besar.

“Kalau jumlah yg dites turun otomatis jumlah kasus turun juga. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil,” imbuhnya.

Menurut Bayu, tingginya kasus positif Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini tidak berhubungan dengan efek gencarnya program vaksinasi, Namun karena masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.

Baca Pula:  Ini aturan dan dokumen yang wajib dipenuhi saat naik pesawat selama PPKM level 4

“Yang mungkin terjadi adalah pelaksanaannya yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak bisa dijaga,” katanya.

Bayu menjelaskan jumlah Covid-19 kasus yang meningkat sudah terjadi sejak lama namun tidak terpantau, karena jumlah testing yang masih minim.

“Data yang ada itu tidak mencerminkan yang sebenarnya. Sehingga mungkin sekali di Juni sudah tinggi kasusnya namun banyak yang masih undetected. Bahkan diduga sejak Mei banyak kasus yang tidak terdeteksi sudah ada di masyarakat makanya bisa naik sangat tinggi di Juli,”ungkapnya.

Baca Pula:  Ada 346 kasus baru Covid-19 di Sulut pada 14 Agustus, Minahasa Terbanyak

Ia berharap pemerintah gencar melakukan program vaksinasi agar herd immunity segera tercapai. Namun apabila laju vaksinasi harian masih rendah maka target bulan September untuk herd immunity di Jawa Bali akan sulit.

“Laju vaksinasi harian kita masih sangat rendah. Kecuali kita bisa 2 juta sehari,” katanya.

Hingga kini, banyak kasus kematian pasien Covid-19 di rumah sakit maupun saat isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sehingga Bayu menyarankan pemerintah untuk lebih banyak mendirikan tempat-tempat isolasi mandiri.

“Sehingga pasien bisa terpantau dengan baik,” tandas Bayu.



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com