Pandemi Covid-19 membuat perubahan cara pembelajaran dari awalnya tatap muka atau luar jaringan (luring) menjadi secara online atau dalam jaringan (daring). Beberapa sekolah menetapkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Sekolah lain dilakukan campuran antara daring dan luring. Guru akhirnya harus berpikir ekstra keras untuk membantu siswa memahami pelajaran saat pandemi Covid-19.

Pembelajaran yang dilakukan siswa saat luring bersama teman-teman, didampingi guru terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah. Namun Ketika daring, semua dilakukan dari depan gawai masing-masing.

Anda masih bisa melakukan aktivitas berbeda saat melakukan pengajaran online. Tak hanya mengasyikkan, beberapa rekomendasi ini juga dapat membuat siswa mengatasi kekhawatirannya di tengah pandemi.

  • Identifikasi kekuatan siswa

Anda bisa melakukan permainan sambil mengidentifikasi kekuatan siswa. Setiap akan mengajar, mintalah siswa untuk menuliskan kekuatan apa yang dia miliki. Kelebihan apa yang dirasa mereka punya, seperti kebaikan, cinta, ketekunan, humor, dan lain-lain.

Kemudian, buat kelompok untuk saling menanyakan kira-kira dari kekuatan tersebut apa yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi diri selama pandemi dan sekolah daring. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga diterapkan pada teman, keluarga, dan orang lain.

  • Manajemen emosi

Anda dapat menunjukkan kepada siswa, jenis-jenis emosi yang dapat dirasakan oleh manusia beserta penjelasan singkatnya, seperti stres, frustrasi, bahagia, sedih, marah, dan lain-lain.

Setelah itu, minta siswa untuk mengidentifikasi emosi yang paling sering dirasakan saat pandemi, baik negatif maupun positif. Lalu biarkan siswa bertukar pikiran tentang bagaimana cara mereka mengatasi emosi tersebut.

  • Hubungan sosial

Hubungan sosial anak sangat penting. Terlebih lagi karena adanya pembatasan jarak sosial. Anda dapat membuat kelompok acak, dan biarkan siswa masuk ke breakout room sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Kemudian secara bergantian buat permainan agar mereka menceritakan kisahnya satu sama lain.

Kelompok satu bisa anda kategorikan agar mereka bercerita tentang kenangan indah. Lalu kelompok 2 dapat menceritakan sesuatu yang unik tentang diri sendiri. Dari sini, hubungan sosial yang renggang akibat pembatasan sosial dapat kembali dibangun.

  • Tujuan dan cita-cita

Anda dapat membuat permainan agar siswa menuliskan tujuannya, baik jangka panjang, maupun jangka pendek. Bisa dengan tujuan dan cita-cita pasca pandemi, atau cita-cita profesi.

Lalu hubungkan dengan usaha dan kebiasaan yang biasa siswa lakukan, apakah hal tersebut mendukung tercapainya cita-cita tersebut. Anda juga dapat membentuk kelompok diskusi agar siswa dapat saling memberikan pandangan satu sama lain.