ZONAUTARA.com — Menjadi seorang storyteller yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, menceritakan kisah menariknya, mungkin memang pekerjaan yang cukup langka saat ini. Namun, kehadirannya sangat berarti dalam menghibur banyak orang.

Jika anda tak bisa membayangkan bagaimana seorang storyteller melakukan pekerjaannya, maka cukup bayangkan seorang stand-up comedian atau komika yang suka bercerita. Bedanya, storytelling bisa jadi tak memiliki unsur komedi.

Jika anda suka melakukan storytelling tapi bingung bagaimana harus memulai, anda bisa mengikuti beberapa tips berikut.

1. Siapkan bahan cerita

Menyiapkan naskah atau bahan cerita tentu sangat penting bagi seorang storyteller. Menceritakan kisah kita, tak mudah jika dilakukan secara spontan. Apalagi jika berada di depan khalayak. Cerita anda tak hanya seru, tapi juga sebaiknya tak menyinggung kelompok tertentu.

Untuk menghindari hal tersebut, anda perlu menyiapkan bahan dan skrip sebelum beraksi di atas panggung. Rancang tema apa yang ingin anda ceritakan dan fokus dengan isi cerita.

2. Banyak-banyak membaca

Seorang storyteller tak cuma orang yang pandai melakukan public speaking, tapi juga merupakan seorang pencerita andal dengan menuliskan ceritanya. Ketika anda menulis, maka perlu untuk mencari banyak referensi dengan membaca agar tulisan yang akan anda ceritakan semakin menarik dan berwawasan.

Referensi dari berbagai buku juga perlu untuk menunjang cerita anda agar lebih meyakinkan. Namun, mencari referensi dan memperluas pengetahuan tak melulu dengan cara membaca. Anda bisa banyak mendengarkan, melihat, dan membangun obrolan dengan orang lain.

3. Yakinlah dengan ceritamu

Keyakinan pada cerita karyamu sendiri sangat dibutuhkan oleh seorang storyteller untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Ketika anda sudah percaya diri, anda tentu bisa menaklukkan panggung dengan mudah.

4. Mulai melakukan storyteling di kesempatan apapun

Ketika anda sedang berkumpul dengan teman, mulailah melakukan story telling. Ketika ada kesempatan untuk bercerita di kafe, beranikan diri untuk maju. Manfaatkan kesempatan untuk bercerita, kapan pun, dan di mana pun.

5. Bergabung dengan komunitas dengan kesukaan yang sama

Dengan bergabung dengan komunitas pecinta storytelling, anda akan bisa banyak berbagi pengalaman dan pengetahuan. Hal ini tentunya akan menambah pengetahuan anda.

Lingkungan yang supportif juga akan mendukung anda untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri.

6. Terbuka terhadap masukan

Masukan selalu dibutuhkan demi perkembangan kita. Maka setelah anda melakukan storytelling, mintalah masukan, baik ke orang terdekat anda, maupun bukan. Pandang sebuah masukan sebagai sarana untuk evaluasi dan berkembang. Jangan anggap itu sebagai sesuatu yang akan menjatuhkan anda.

7. Upgrade ke level professional

Ketika anda sudah malang melintang dengan jam terbang tinggi menjadi seorang storyteller, anda bisa beralih sebagai seorang storyteller professional.

Memiliki kemampuan storytelling juga tak hanya bisa anda manfaatkan untuk berlaga dan bercerita di atas panggung anda. Cerita anda yang menarik juga memiliki potensi untuk menjadi sebuah cerita dengan media ekspresi yang lain.