ZONAUTARA.COM — Update kasus Covid-19 di Indonesia per Rabu 8 September 2021 mengalami pertambahan sebanyak 6.731 kasus positif baru.

Sehingga pertambahan tersebut menjadikan akumulasi kasus positif sejak Maret 2020 hingga saat ini menyentuh angka 4.147.365.

Sementara, 3.876.760 pasien dari total positif keseluruhan tersebut dinyatakan sembuh (bertambah 11.912) dan 137.782 meninggal (bertambah 626).

Maka, kasus aktif per hari ini di Indonesia sebanyak 132.823 kasus.

Sementara itu, jumlah suspek se-Indonesia ada 150.134 orang.

Dalam 24 jam terakhir, hingga pukul 12.00 WIB, Satgas Covid-19 mencatat jumlah spesimen yang dilaporkan dari laboratorium kesehatan se-Indonesia mencapai 232.302.

Sehari sebelumnya, Selasa (07/09/2021) jumlah akumulatif kasus Covid-19 di RI adalah 4.140.634, di mana sebanyak 3,86 juta sembuh dan 137,15 ribu orang meninggal.

Dalam penanganan pandemi Covid-19, di bawah instruksi Jokowi, pemerintah Indonesia menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan level di seluruh wilayah. Di Pulau Jawa-Bali, perpanjangan PPKM dilakukan selama sepekan ke depan hingga 13 September. Sementara itu di luar Jawa-Bali, PPKM diperpanjang hingga 20 September mendatang.

Bali diketahui masih berada di level 4 PPKM. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bali masih berada di level 4, menimbang sejumlah kasus baru, hingga tingkat keterisian rumah sakit yang belum sepenuhnya terkendali.

Dia yang menjadi komandan PPKM Jawa Bali itu meminta masyarakat untuk tidak terlena dengan penurunan kasus virus corona di tanah air. Dia tak ingin masyarakat merayakannya.

“Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan,” kata Luhut

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebut virus corona tidak mungkin bisa hilang secara keseluruhan. Ia mengimbau masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jokowi meminta seluruh elemen pemerintahan untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat. Ia tak ingin penurunan penularan Covid-19 membuat masyarakat lengah.

Presiden mewanti-wanti masyarakat untuk tidak terlalu terbawa euforia, tetap berusaha mengendalikan kondisi.

“Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan. Ini penting. Statement ini penting sekali supaya tidak terjadi euphoria yang berlebihan,” tandas Jokowi, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (06/09/2021).