ZONAUTARA.COM — Kemampuan negara dalam menangani Covid-19 masih sangat timpang. Hal ini terlihat dalam politisasi dan diskriminasi vaksin Covid-19 yang masih banyak terjadi.

Pasalnya, 80 persen dari total 6 miliar dosis vaksin yang telah tersebar di dunia terdistribusi di negara-negara maju, dengan perekonomian menengah ke atas.

Pernyataan tersebut berdasarkan data Kementerian Luar Negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-76, pada Selasa (22/09/2021), melalui rekaman video.

Menurut Jokowi, ketimpangan itu menjadi salah satu tantangan yang dapat memperlambat upaya global melawan pandemi virus corona.

“Kita harus berikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan
cepat, adil, dan merata. Kita tahu bahwa no one is safe, until everyone is,” kata Jokowi

“Kemampuan dan kecepatan negara dalam menangani Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi,” ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menuturkan perlu ada mekanisme baru untuk menggalang sumber daya kesehatan global, seperti pengadaan vaksin, obat-obtan, dan alat kesehatan lainnya, secara cepat dan merata ke seluruh negara.

Ia juga menyoroti perlunya standar protokol kesehatan global demi memfasilitasi aktivitas lintas batas negara yang aman.

“Misalnya, perihal kriteria vaksinasi, hasil tes Covid-19, maupun status kesehatan lainnya,” ucap Jokowi.

“Pemulihan perekonomian global hanya bisa berlangsung jika pandemi terkendali dan antar-negara bisa bekerja sama, saling membantu untuk pemulihan ekonomi,” katanya menambahkan.

Tak hanya soal vaksin dan pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo juga menyinggung sejumlah persoalan lain, seperti isu Palestina, Afghanistan dan situasi di Myanmar.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id