ZONAUTARA.COM – Lantaran masih banyak tokoh muda yang berkemungkinan mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024, wacana perpanjangan periode jabatan presiden ditolak oleh Partai Keadilan dan Persatuan (PKP)

Penolakan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PKP Yussuf Solichien dalam pelantikan Dewan Pimpinan Nasional PKP 2021-2026 di Jakarta Utara, Jumat (24/9).

Sembari bergurau, Yussuf menyebut nama sejumlah perwakilan partai politik yang hadir. 

“Kalau sampai (masa jabatan presiden) tiga kali, Mas AHY tidak bisa jadi capres. Bung Ferry juga, ketua umumnya (Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra) juga enggak bisa jadi capres. Pak Airlangga, Mbak Puan, dan sebagainya tidak bisa jadi capres,” kata Yussuf.

Yussuf mengatakan partainya menolak perpanjangan masa jabatan presiden karena mencegah korupsi. Menurutnya, kekuasaan yang absolut akan membuat korupsi yang absolut pula.

Mantan perwira tinggi TNI AL itu menegaskan PKP mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga 2024. Setelah itu, mereka mendukung regenerasi kepemimpinan nasional.

“PKP mendukung penuh pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa beliau menolak jabatan presiden untuk lebih dari dua periode,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana penambahan dan perpanjangan masa jabatan presiden mencuat di publik. Wacana itu beriringan dengan isu amandemen konstitusi yang digulirkan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Sejumlah pihak menolak rencana amandemen UUD 1945 karena isu perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi, lewat Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, menyatakan penolakan atas isu itu.

Fadjroel menerangkan bahwa Presiden Jokowi tidak memiliki keinginan untuk menjadi Presiden 3 periode.

“Konstitusi mengamanahkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama,” kata Presiden, disampaikan oleh Fadjroel dalam keterangan video.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id