ZONAUTARA.com — Cegukan merupakan fenomena yang datang secara tiba-tiba. Cegukan tentu mengganggu aktivitas kita. Jika cegukan datang, kita pasti ingin segera menyingkirkannya.

Proses cegukan bisa terjadi dalam waktu beberapa menit saja, tapi bisa juga berlangsung lama, hingga 48 jam. Pasti akan sangat sulit menemukan solusi meredam cegukan tersebut.

Rekor cegukan

Alkisah, seorang pria Bernama Charles Osborne, ketika akan menyembelih seekor babi pada tahun 1922, terjatuh ketika mengangkat bangkai sebesar 350 pon. Tidak ada rasa sakit yang menderita badannya. Namun, ia cegukan terus-menerus sampai tercatat di Guinness Book of World Records dengan gelar cegukan terpanjang.

Pria yang berasal dari Lowa itu cegukan selama 68 tahun dengan total perkiraan 430 juta kali cegukan, dengan kecepatan 40 cegukan per menit. Bayangkan betapa menyiksanya kondisi tersebut bagi Osborne.

Berbagai pengobatan telah ia coba, namun tatap gagal. Cegukannya akhirnya berhenti secara tiba-tiba satu tahun sebelum kematiannya.

Alat pereda cegukan

Sebuah alat telah diuji dapat meredakan cegukan. Mereka telah dipasarkan sebagai HiccAway, merupakan sedotan khusus yang perlu isapan maksimal untuk menarik cairan saat minum.

Alat ini telah diuji ke lebih dari 600 orang yang melaporkan mengalami cegukan setidaknya sebulan sekali. Hasilnya menunjukkan bahwa HiccAway menghentikan cegukan peserta sebesar 92 persen.

Lebih dari 90 persen peserta mengatakan alat tersebut lebih efektif daripada pengobatan rumahan yang biasa mereka lakukan.

Yang terjadi saat cegukan

Mengapa alat tersebut berupa sedotan? Memangnya apa yang terjadi selama proses cegukan? Saat cegukan, yang terjadi adalah diafragma tanpa sadar berkontraksi.

Kontraksi atau kejang tersebut menyebabkan penutupan bagian epiglottis secara mendadak. Lipatan tulang rawan di akar lidah yang menutup jalur masuknya makanan ke paru-paru. Penutupan epiglotis inilah yang berperan dalam membuat suara cegukan.

Saraf frenikus dapat mengonstraksi diafragma. Sedangkan, saraf vagus dapat menutup epiglottis. Kedua saraf ini berperan penting pada terjadinya cegukan.

Dengan mengisap sedotan secara paksa dan kuat, lalu menelan air hasil sedotan tersebut, maka anda mengonstraksikan diafragma dan menutup epiglottis.

Jika anda tidak memiliki alat tersebut, maka jangan khawatir. Cegukan bisa dihentikan dengan cara menutup kedua telinga dengan erat dan meminum segelas air dari sedotan tanpa jeda.

Namun, jika cegukan anda terjadi terus-menerus dan tak bisa dihentikan dengan cara apapun, anda perlu menghubungi dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Karena cegukan terus-menerus bisa jadi menandakan kondisi medis lainnya.