ZONAUTARA.comWanita memiliki hak untuk memakai apa yang ia mau. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa banyak keputusan dalam memilih pakaian didasarkan pada bagaimana perempuan lain memandangnya di mukaumum? Sebuah studi menjawabnya.

Jurnal yang diterbitkan di Social Psychological and Personality Science dengan judul Women’s Strategic Defenses Against Same-Sex Aggression: Evidence From Sartorial Behavior ini menjelaskan tentang agresi intraseksual perempuan.

Wanita cenderung secara sosial mengecualikan atau agresif terhadap wanita lain yang menunjukkan tanda-tanda permisif secara seksual. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memakai warna merah lebih cenderung menarik perhatian pria, serta agresi dari wanita lain.

Dalam studi ini, para peneliti menguji bagaimana agresi intraseksual kemungkinan akan terjadi dalam berbagai skenario. Satu skenario berjalan sebagai berikut: Sara merupakan seorang wanita yang baru saja pindah ke kota baru. Ia menggunakan aplikasi pencarian teman untuk bertemu Carol (calon teman baru) dan Martha (rekan kerja Carol) di Starbucks.

Skenarionya mencakup tiga variasi Sara: 1) Sara berpakaian sederhana dengan T-shirt dan celana khaki, 2) Sara berpakaian terbuka dengan rok pendek dan sepatu bot setinggi lutut dengan atasan berpotongan rendah, dan 3) Sara berpakaian terbuka.

Selanjutnya, Para peserta diperlihatkan salah satu dari tiga versi Sara ini, dan kemudian mereka memperkirakan bagaimana Carol akan bersikap terhadap Sara. Perilaku dibagi menjadi tiga kategori: agresi tidak langsung dengan bersikap menyebalkan, jarak sosial dengan menghindari Sara, dan agresi langsung seperti menghina di depan Sara.

Menariknya, tidak ada perbedaan antara perkiraan tingkat agresi tidak langsung terhadap Sara pada kedua berat badan saat dia mengenakan pakaian terbuka. Penulis studi mengatakan bahwa pola temuan ini menunjukkan bahwa wanita mungkin melakukan agresi seperti itu ketika mereka dianggap berniat mencari perhatian pria, terlepas dari kapasitas mereka untuk berhasil melakukannya.

Tapi itu tidak berlaku untuk jarak sosial. Peserta berpikir bahwa Carol akan lebih cenderung menghindari versi Sara yang menarik di masa depan. Hampir tidak ada yang memperkirakan bahwa Carol akan langsung agresif dalam skenario apa pun.

Dalam tiga percobaan lagi, para peneliti bertanya kepada wanita jenis pakaian apa yang akan mereka kenakan untuk berbagai jenis acara sosial. Secara umum, wanita mengatakan mereka akan berpakaian lebih sopan saat menghadiri acara sesama jenis, tidak peduli apakah itu pertemuan profesional atau sosial.

Tetapi wanita yang menarik bahkan lebih mungkin untuk berpakaian sopan di acara sesama jenis. Para peneliti mengatakan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa wanita yang menarik sangat rentan terhadap agresi dari wanita lain, dan menyarankan bahwa berpakaian sopan kemungkinan merupakan pertahanan strategis terhadap serangan semacam itu.