ZONAUTARA.com – Anda pasti telah mengenal istilah boreout syndrome? Ini adalah syndrome hasil dari terlalu banyak bekerja dan ketidakmampuan untuk mengelola stres yang berlebihan di tempat kerja. Lalu, apa itu boreout?

Boreout terjadi karena kurangnya jumlah tugas yang memadai atau yang cukup menantang. Sementara mengeluh tentang tidak memiliki cukup pekerjaan yang harus dilakukan dapat menimbulkan rasa iri pada beberapa karyawan yang terlalu banyak bekerja. Boreuot bisa sama menyedihkannya dengan burnout. Dan kedua kondisi tersebut merugikan banyak pihak.

Menurut sebuah studi, individu yang bosan juga cenderung memiliki kepuasan kerja yang lebih rendah. Studi lain menemukan bahwa karyawan dengan pekerjaan monoton memiliki risiko serangan jantung yang jauh lebih besar.

Tak hanya itu, penelitian lainnya, yang dilakukan pada lebih dari 7.500 pegawai negeri di Inggris, menemukan bahwa orang yang sering bosan memiliki kemungkinan antara dua dan tiga kali lebih besar untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Individu yang bosan sebenarnya memiliki kinerja yang lebih buruk dan membuat lebih banyak kesalahan. Dan tentu saja, untuk menghindari terlibat dengan sumber kebosanan mereka, individu yang bosan memiliki tingkat ketidakhadiran yang lebih tinggi.

Bagaimana cara menghindari boreout syndrome?

Jelas, boreout adalah sesuatu yang ingin kita hindari, baik sebagai karyawan maupun pengusaha. Dalam Diagnose Boreout, buku yang pertama kali menggambarkan sindrom tersebut, konsultan bisnis Swiss Peter Werdner dan Philippe Rothin memaparkan metode untuk menghindari kondisi tersebut.

Pengusaha dapat berusaha untuk mendistribusikan tugas-tugas yang menantang dan tidak berulang kepada karyawan mereka. Mereka juga dapat memastikan bahwa karyawan mereka dapat berbicara dengan mereka tentang kebutuhan tugas atau peran baru tanpa takut diberhentikan.

Bagi karyawan, mereka harus menemukan cara untuk membuat pekerjaan mereka bermakna atau, jika gagal, mencari pekerjaan baru yang memiliki peluang lebih baik untuk membuat mereka puas.

Seringkali, risiko dan potensi hilangnya pendapatan mencegah karyawan yang tidak puas berpindah pekerjaan. Tetapi penting untuk diingat bahwa tidak berpindah pekerjaan hanya akan menyakiti mental anda sendiri.