ZONAUTARA.com – Pada bulan Januari 2019, China membuat sejarah ketika mendaratkan pesawat ruang angkasa Chang’e-4 di sisi jauh Bulan. Misi ini juga merupakan eksperimen yang pertama dengan menanam tanaman di Bulan, dan membawa ke permukaan Bulan sebuah mini-biosfer yang disebut Lunar Micro Ecosystem (LME).

Kondisi di dalam biosfer silindris yang kecil ini mirip dengan yang ada di Bumi, selain gaya berat mikro dan radiasi kosmik, LME berisi: 1) benih kentang, 2) biji kapas, 3) biji rape, 4) ragi, 5) telur lalat buah, dan 6) Arabidopsis thaliana, gulma.

Sayangnya, semuanya mati kecuali tanaman kapas. Rekonstruksi 3D menunjukkan bahwa tanaman kapas tumbuh bukan hanya satu, tetapi dua daun sebelum mati karena suhu dingin setelah sekitar dua minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa percobaan itu sedikit lebih berhasil daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pemimpin eksperimen, Xie Gengxin dari Technology Research Institute di Universitas Chongqing, tidak berencana untuk menerbitkan makalah ilmiah apa pun berdasarkan penelitian ini. Tapi dia berharap untuk terus mempelajari bagaimana berbagai bentuk kehidupan bisa bertahan di Bulan.

Mengapa ingin menumbuhkan tanaman di ruang angkasa?

Mempelajari cara menanam tanaman secara andal di luar angkasa diperlukan jika NASA atau badan antariksa lainnya ingin meluncurkan misi jangka panjang.

Nutrisi dalam suplemen dan makanan siap saji akan rusak seiring berjalannya waktu, dan radiasi dapat mempercepat proses itu. Jadi, menanam produk segar akan memberi astronot akses ke nutrisi yang lebih segar dan makanan yang lebih enak. Juga, jika astronot dapat menanam tanaman di pesawat ruang angkasa, mereka tidak perlu membawa banyak makanan siap saji ke dalam pesawat.

Manfaat psikologis menanam tanaman di luar angkasa (bulan)

Bunga dan taman segar di International Space Station menciptakan suasana yang indah dan membiarkan para astronot membawa sepotong kecil Bumi bersama dalam perjalanan. Hal itu baik untuk kesejahteraan psikologis mereka di Bumi dan di luar angkasa.

Peneliti lain sedang mengeksplorasi bagaimana makan di luar angkasa dapat memenuhi kebutuhan emosional astronot.