ZONAUTARA.com – Jika anda adalah orang yang suka mempermasalahkan anak-anak jaman sekarang, maka anda adalah salah salah satu dari jutaan orang dewasa di banyak budaya yang telah mengkritik anak-anak karena selera dan kebiasaan mereka yang dianggap memburuk selama ribuan tahun, setidaknya sejak 624 SM. Padahal, tidak semua generasi tua unggul. Jadi, mengapa orang dewasa cenderung merendahkan generasi muda?

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Science Advances dengan judul Kids these days: Why the youth of today seem lacking, mengajukan dua alasan utama mengapa orang dewasa melakukan hal itu, yaitu lebih mudah bagi kita untuk memperhatikan kekurangan orang lain di bidang yang kita kuasai, dan ingatan kita tentang masa muda tidak selalu akurat.

Pembuktian orang dewasa

Dalam serangkaian penelitian, para peneliti meminta sampel orang Amerika untuk menilai diri mereka sendiri dan anak-anak masa kini dalam tiga ukuran: kecerdasan, rasa hormat terhadap orang yang lebih tua, dan kemampuan membaca.

Hasil pertama menunjukkan bahwa ketika orang memberi diri mereka peringkat tinggi dalam sifat tertentu, mereka cenderung menilai anak-anak rendah untuk sifat yang sama.

Penulis mengungkapkan bahwa orang-orang otoriter berpikir bahwa kaum muda kurang menghormati orang yang lebih tua, orang-orang cerdas berpikir bahwa kaum muda kurang cerdas, dan orang-orang yang banyak membaca menganggap kaum muda kurang menikmati membaca.

Tetapi efek ini bersifat spesifik, yang berarti bahwa orang dewasa yang banyak membaca belum tentu lebih percaya bahwa anak-anak kurang menghormati orang yang lebih tua.

Penulis juga mencatat bahwa kecenderungan orang dewasa yang cerdas untuk berpikir bahwa anak-anak saat ini kurang cerdas sangat menarik, mengingat rata-rata skor IQ telah naik selama beberapa dekade. Namun, rata-rata, orang dewasa dalam penelitian ini percaya bahwa anak-anak saat ini sama pintarnya dengan generasi sebelumnya.

Alasan kedua orang dewasa adalah alasa kedua

Jadi, jika unggul dalam sesuatu membuat orang lebih cenderung berpikir bahwa anak-anak zaman sekarang buruk dalam hal itu, mengapa mereka tidak menerapkan bias yang sama pada anak-anak dari generasi mereka sendiri?

Penulis menuturkan bahwa alasannya berkaitan dengan ingatan kita yang bias, dan cara kita memproyeksikan diri kita saat ini ke masa lalu.

Unggul dalam suatu dimensi akan mengarahkan orang untuk memproyeksikan kembali diri mereka sendiri dan rekan-rekan mereka di masa lalu. Contohnya, karena saat ini mereka suka membaca, maka ia menganggap bahwa semua orang juga suka membaca ketika mereka masih kecil.

Orang dewasa perlu untuk menyadari kedua bias ini dan kembali secara objektif menilai kemampuan anak-anak zaman sekarang dan tak melulu mengkritiknya.