ZONAUTARA.com – Munculnya teknologi pengenalan wajah membuat beberapa desainer menciptakan fashion untuk tujuan yang agak berlawanan, agar tidak terdeteksi oleh kamera.

Di Belanda, Jip van Leeuwenstein merancang topeng transparan yang mengaburkan wajah pemakainya ke kamera pengenal wajah, tetapi tidak orang lain.

Van Leeuwenstein mengungkapkan bahwa dengan mengenakan topeng yang berbentuk seperti lensa ciptaanya, anda mungkin tidak dapat dikenali lagi oleh perangkat lunak pengenalan wajah dan karena transparansinya, anda tidak akan kehilangan identitas dan ekspresi wajah anda. Sehingga interaksi sosial masih sangat dimungkinkan.

Desain milik Jip van Leeuwenstein (Sumber: Jip van Leeuwenstein)

Di Jepang, Isao Echizen, seorang profesor di Institut Nasional Informatika di Tokyo, merancang sebuah “penjaga privasi” yang dilengkapi dengan lampu LED inframerah jarak dekat. Saat dipakai, perangkat lunak pengenalan wajah tidak dapat mengetahui ada wajah manusia di balik lampu tersebut.

Mengelabui pengenalan wajah

Tak kalah menarik, di Inggris, para seniman di “The Dazzle Club” telah berjalan-jalan di London dengan wajah mereka yang dicat dengan garis-garis biru, merah, dan hitam dalam upaya mengaburkan wajah mereka dari 420.000 kamera CCTV kota, hanya beberapa di antaranya yang menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Henry Navarro Delgado, profesor seni dan mode di Universitas Ryerson Kanada, mengatakan kepada Reuters, bahwa selalu ada sesuatu yang subversif tentang streetwear, dan salah satu area subversi baru adalah pengenalan wajah.

Tak hanya masker atau topeng, pakaian anti-pengawasan lainnya juga sangat beragam. Termasuk kain mengkilap yang memantulkan radiasi termal, topi beanie yang membingungkan sistem pengenalan wajah milik ArcFace, serta Hyperface, yang membuat pakaian dengan pola yang membingungkan A.I. untuk berfokus pada kain daripada wajah Anda.

Delgado mengungkapkan bahwa tren ini menciptakan kesadaran bagi banyak orang. Baginya, fashion sangat efektif untuk berkreasi dalam hal ini. Sebagian dari tujuannya adalah untuk membuat orang yang biasanya tidak memikirkan hal ini sadar bahwa teknologi ini ada di luar sana, dan kita sedang diawasi.