
Sejumlah perusahaan di Kenya, termasuk usaha penerbitan, mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menekan biaya produksi dan iklan. Tren ini membuat sejumlah illustrator dan biro iklan cemas kehilangan pendapatan karena AI bisa mengambil alih pekerjaan yang selama ini mereka lakukan.
Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia
