Semburan plasma kecil di Matahari diidentifikasi sebagai penggerak utama badai matahari

Redaksi ZU
Penulis:
Editor: David Sumilat
Foto ilustrasi dari Pixabay/Pexels

ZONAUTARA.com – Penelitian terbaru mengungkap bahwa semburan atau jet plasma kecil yang terdapat di Matahari memiliki peran krusial dalam menggerakkan angin atau badai matahari, baik yang cepat maupun lambat.

Melalui pencitraan beresolusi tinggi serta pengukuran langsung, para ilmuwan berhasil mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai asal-usul dan pergerakan badai matahari di ruang angkasa.

Temuan ini membuka wawasan baru terkait dampak Matahari terhadap cuaca luar angkasa serta potensi pengaruhnya terhadap Bumi.

Solar orbiter memberikan bukti kuat

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics, data dari Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan hubungan erat antara jet plasma kecil, yang dikenal sebagai picoflares, dengan pembentukan angin matahari.


Pada akhir tahun 2022 hingga awal 2023, pesawat luar angkasa ini berhasil menangkap gambar resolusi tinggi dari picoflares yang muncul dari lubang koronal di permukaan Matahari.

Lubang koronal ini, yang tampak sebagai area gelap di Matahari, berfungsi sebagai jalur pelepasan partikel bermuatan ke ruang angkasa.

Dampak semburan Plasma terhadap cuaca luar angkasa

Para peneliti menyoroti bahwa setiap jet picoflare, meskipun hanya berlangsung selama kurang dari satu menit, menghasilkan energi yang setara dengan konsumsi daya tahunan ribuan rumah tangga.

Hal ini menunjukkan bahwa fenomena ini memiliki peran signifikan dalam menentukan karakteristik angin matahari.

Sebelumnya, ilmuwan mengira bahwa angin matahari cepat dan lambat terbentuk melalui proses yang terpisah.

Namun, temuan baru ini membuktikan bahwa picoflares memainkan peran dalam kedua jenis angin matahari tersebut.

Konsekuensi terhadap prediksi badai matahari

Pemahaman yang lebih mendalam mengenai jet plasma kecil ini berpotensi meningkatkan kemampuan ilmuwan dalam memprediksi badai matahari.

Badai matahari dapat mengganggu komunikasi satelit, sinyal GPS, serta menimbulkan ancaman bagi astronot yang berada di luar angkasa.

Dengan analisis yang lebih akurat terhadap aktivitas matahari, diharapkan mitigasi terhadap dampak cuaca luar angkasa dapat ditingkatkan.

Misi masa depan untuk memahami angin matahari

Solar Orbiter direncanakan akan melakukan pendekatan lebih dekat dengan Matahari sebanyak dua kali dalam setahun.

Misi ini diharapkan dapat memberikan data tambahan mengenai bagaimana picoflares berkontribusi terhadap pergerakan angin matahari.

Dengan penelitian lebih lanjut, para ilmuwan optimis bahwa pemahaman tentang aktivitas Matahari akan semakin berkembang, memungkinkan manusia untuk lebih siap menghadapi potensi gangguan akibat fenomena matahari.

***

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com