Demi ungkap rahasia semesta, teleskop SPHEREx NASA diluncurkan menggunakan SpaceX Falcon 9

Redaksi ZU
Penulis:
Editor: David Sumilat
Model teleskop SPHEREx NASA yang diluncurkan menggunakan SpaceX Falcon 9 untuk menjelajahi evolusi kosmik. (Foto: NASA)

ZONAUTARA.com – NASA bersiap meluncurkan teleskop antariksa inframerah terbarunya, SPHEREx (Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer), yang dijadwalkan pada 28 Februari.

Misi senilai $488 juta ini akan diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg di California menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

Teleskop ini dirancang untuk memindai seluruh langit dalam cahaya inframerah, mengumpulkan data dari lebih dari 450 juta galaksi dan 100 juta bintang di Bima Sakti.

Pengamatan SPHEREx akan difokuskan pada wilayah alam semesta yang biasanya terlalu jauh atau redup untuk dijangkau teleskop konvensional.

Tujuan utama SPHEREx adalah meningkatkan pemahaman tentang inflasi kosmik, yaitu perluasan cepat alam semesta yang terjadi dalam detik pertama setelah Big Bang.


Dengan memetakan struktur kosmos berskala besar, teleskop ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana galaksi terbentuk dan berevolusi.

Para ilmuwan berharap data yang dikumpulkan akan membantu melacak keberadaan dan distribusi molekul es di ruang antarbintang, mengungkap asal-usul air dan senyawa organik penting yang dibutuhkan untuk kehidupan.

SPHEREx memiliki bobot sekitar 500 kilogram dan beroperasi dengan daya 270 hingga 300 watt.

Teleskop ini dilengkapi dengan spektrofotometer yang mampu mendeteksi 102 panjang gelombang cahaya yang berbeda, memungkinkan identifikasi tanda-tanda kimia unik dari molekul di seluruh ruang angkasa.

James Fanson, Manajer Proyek di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA, menyatakan bahwa penemuan tak terduga kemungkinan akan muncul dari data misi ini.

Pada peluncurannya, SPHEREx tidak akan menjadi satu-satunya muatan. Teleskop ini akan berbagi roket Falcon 9 dengan PUNCH (Polarimeter untuk Menyatukan Korona dan Heliosfer), misi NASA yang terdiri dari empat satelit yang akan memeriksa atmosfer luar matahari dan dinamika angin matahari.

Bersama-sama, misi-misi ini bertujuan memperdalam pengetahuan ilmiah tentang alam semesta yang jauh dan lingkungan matahari terdekat.

Dampak SPHEREx terhadap Penelitian Astrofisika

Dengan kemampuan memindai langit dalam cahaya inframerah, SPHEREx diharapkan dapat mengungkap fenomena yang sebelumnya tersembunyi bagi teleskop konvensional.

Data yang dikumpulkan akan membantu ilmuwan memahami distribusi galaksi dan struktur besar alam semesta, memberikan wawasan baru tentang proses pembentukan galaksi dan evolusinya dari waktu ke waktu.

Salah satu fokus utama SPHEREx adalah melacak keberadaan dan distribusi molekul es di ruang antarbintang. Molekul-molekul ini, termasuk air dan senyawa organik lainnya, dianggap sebagai bahan penyusun kehidupan.

Dengan memetakan lokasi dan konsentrasi molekul es, SPHEREx akan membantu ilmuwan memahami bagaimana bahan-bahan penting ini tersebar di seluruh galaksi dan peran mereka dalam pembentukan planet dan kemungkinan kehidupan.

***

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com