Sistem kanal Mesopotamia berusia 3.000 tahun ditemukan di Irak, terungkap metode irigasi kuno

David Sumilat
Penulis:
Editor: David Sumilat
Studi penginderaan jarak jauh mengungkapkan bahwa Tell al-Hiba kuno terdiri dari empat pulau rawa. (Lagash Archaeological Project)

ZONAUTARA.com – Para arkeolog telah mengidentifikasi jaringan kanal irigasi yang luas di Irak selatan, yang diyakini sudah ada sejak lebih dari 3.000 tahun lalu.

Kanal-kanal ini berfungsi untuk menyalurkan air dari Sungai Efrat guna mendukung pertanian di wilayah Eridu sebelum milenium pertama SM.

Berdasarkan pemetaan terbaru, ribuan kanal ditemukan, beberapa di antaranya membentang hingga sepanjang 9 kilometer.

Penemuan ini mengungkap sistem pengelolaan air yang sangat maju yang pernah diterapkan di Mesopotamia kuno.

Teknologi dan Metode Pemetaan Kanal Kuno

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Antiquity, lebih dari 200 kanal utama dan lebih dari 4.000 kanal kecil berhasil diidentifikasi dengan menggunakan citra satelit, pemetaan geologi, serta survei drone.


Para ilmuwan, termasuk ahli geografi Jaafar Jotheri dari Universitas Al-Qadisiyah, mengungkapkan bahwa jaringan kanal ini mengalami perkembangan selama berabad-abad. Kanal-kanal tersebut tidak digunakan secara bersamaan tetapi mengalami adaptasi terhadap perubahan arus Sungai Efrat.

Bukti keberadaan sekitar 700 lahan pertanian juga ditemukan di sekitar jaringan kanal ini, menunjukkan bahwa sistem irigasi tersebut mendukung lanskap pertanian yang terorganisasi dengan baik.

Hal ini semakin memperkuat pemahaman bahwa peradaban Mesopotamia memiliki strategi adaptasi yang luar biasa terhadap kondisi lingkungan mereka.

Dampak Perubahan Aliran Sungai terhadap Kanal Irigasi

Seiring waktu, Sungai Efrat mengalami perubahan arah, menyebabkan sebagian besar kanal ini tidak lagi berfungsi.

Akibatnya, wilayah yang dulunya subur dan dihuni mulai ditinggalkan pada awal milenium pertama SM.

Namun, perubahan ini justru membantu melestarikan jejak kanal irigasi tersebut, memungkinkan para peneliti untuk meneliti infrastruktur air kuno secara lebih rinci.

Temuan ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat Mesopotamia kuno mengandalkan ketersediaan air dalam menentukan lokasi permukiman mereka.

Jaringan irigasi bukan hanya berperan dalam mendukung kehidupan masyarakat pada masanya tetapi juga menjadi faktor utama dalam keberlangsungan peradaban kuno di wilayah tersebut.

Keunggulan Sistem Irigasi Mesopotamia Kuno

Para peneliti dari Universitas Durham dan berbagai institusi lainnya menyoroti betapa pentingnya jaringan irigasi ini dalam memahami infrastruktur kuno dan dampaknya terhadap pertanian.

Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesopotamia memiliki strategi pengelolaan air yang canggih serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan lingkungan.

Dengan sistem irigasi yang kompleks, mereka mampu mengelola sumber daya air secara efisien dan memastikan produktivitas pertanian dalam skala besar.

Studi ini tidak hanya memberikan gambaran tentang masa lalu, tetapi juga menawarkan pelajaran berharga tentang bagaimana masyarakat modern dapat menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya air.

***

Follow:
Pewarta yang menggeluti jurnalisme data, lingkungan, dan lainnya, telah menjelajahi berbagai aspek jurnalistik selama lebih dari 10 tahun.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com