ZONAUTARA.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Jumat pagi (21/03/2025) memicu banjir besar dan tanah longsor di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Kota Manado menjadi daerah terdampak paling parah, dengan puluhan titik banjir yang merendam rumah warga, jalan, serta fasilitas umum.
Di antara daerah yang mengalami dampak paling signifikan adalah Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang.
Banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa memaksa warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 27 warga telah dievakuasi dari wilayah ini, termasuk balita, anak-anak, hingga lansia.

Data korban yang berhasil dievakuasi:
- Suleman Rau (1 tahun)
- Sulkan Rau (5 tahun)
- Izah Taha (8 tahun)
- Urwah (11 tahun)
- Ismail (8 tahun)
- Azmi (41 tahun)
- Farida (27 tahun)
- Alea (3 bulan)
- Shakila (3 tahun)
- Akila (5 tahun)
- Tia (24 tahun)
- Mulyani (39 tahun)
- Sazkia (18 tahun)
- Syakila (9 tahun)
- Salsa (16 tahun)
- Afifah (10 tahun)
- Balgis (12 tahun)
- Ta Since (64 tahun)
- Kanza (17 tahun)
- Roy (46 tahun)
- Jubair (37 tahun)
- Jubair (13 tahun)
- Ibrahim (12 tahun)
- Rahman (45 tahun)
- Veronika (35 tahun)
- Nisya (1 tahun)
- Mega (54 tahun)

Balita dan lansia dalam kondisi rentan
Banyak dari korban yang dievakuasi merupakan kelompok rentan, termasuk balita berusia 1 tahun serta lansia berusia di atas 60 tahun. Petugas gabungan terus berupaya mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah, terutama di daerah yang terdampak banjir paling parah.
Sementara di tempat lain, Jeri, yang tinggal di Kelurahan Mahawu, menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
“Cuaca hari ini ekstrem, hujan deras sudah turun sejak pagi hingga siang. Kami khawatir jangan sampai banjir semakin meluas,” ujarnya.
Sementara itu, di Kelurahan Paal Dua, petugas masih berusaha mengevakuasi empat korban lainnya, yakni Angeli (9 tahun), Aziza (6 tahun), Meiza (6 tahun), dan seorang ibu bernama Ani (53 tahun).
Akses jalan terputus, warga diminta waspada
Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga menyebabkan sejumlah ruas jalan utama di Manado terputus.
Di Jalan Pingkan Matindas, Kecamatan Paal Dua, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, membuat akses jalan antara Perkamil, Paal Dua, dan Banjer ditutup sementara.
Di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sario, air yang meluap dari sungai kecil menyebabkan kemacetan panjang, sementara di Kelurahan Mahawu, Sungai Mahawu meluap hingga ke permukiman.
Hingga saat ini, tim evakuasi masih bekerja untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak. Pemerintah Kota Manado mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mencari tempat yang lebih aman jika kondisi banjir semakin memburuk.