SITARO, ZONAUTARA.com – 21 pemilik rumah terendam banjir saat luapan danau Makalehi menerima bantuan. Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit pantau langsung kondisi warga di Pulau terluar Makalehi, Kecamatan Siau Barat dengan kapal.
Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit bersama rombongan bertolak dari rumah jabatan di Kelurahan Paseng, pada pukul 06.00 Wita pagi. Ditengah ancaman gelombang tinggi, tim membawa sembako menaiki kapal KM Biaro dengan muatan kurang dari 40 kursi.

Banjir akibat luapan danau makalehi disebabakan tingginya intensitas curah hujan pada Jumat, 21 Maret 2025 dan merendam 21 rumah warga dan jalan utama warga.
Sesuai pantauan saat itu, air menggenang pemukiman hingga ke lutut orang dewasa. Kondisi ini cukup membuat khawatir warga sehingga sejumlah barang seperti surat berharga maupun elektronik segera di amankan dibantu anggota Polri setempat.
Bupati menyerahkan total 21 paket sembako, dibagi 20 rumah warga terdampak di Makalehi timur dan satu rumah warga di Makalehi utara. Selain itu, Bupati berkesempatan berkomunikasi dengan warga.
“Karena data dari BMKG masih ada imbauan cuaca buruk, jadi kami pun meminta supaya masyarakat waspada, terlebih khusus warga pulau Makalehi, salah satu pulau terluar Indonesia,” kata Bupati.
Dengan kondisi yang tidak mudah untuk menjangkau Pulau Makalehi saat cuaca buruk, Chyntia meminta gerak cepat pemerintah desa untuk melaporkan dan memberi penanganan awal, sehingga masyarakat yang terkena bencana mendapat perhatian sedini mungkin.
“Pemerintah desa, karena hanya desa yang ada disini jadi kami berharap harus pro aktif,” ujarnya.
Banjir yang melanda Pulau Makalehi merupakan tanda awas bagi warga Penghuni pulau terluar. Mitigasi bencana harus segera dilakukan, mengingat pulau ini hanya terhubung dengan moda transportasi laut ke ibu kota maupun daerah lainnya. Selain banjir ancaman tanah longsor juga terjadi di Pulau Makalehi.