ZONAUTARA.com – Beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri 1446 H atau Lebaran yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2025, salah satu pusat perbelanjaan masyarakat di Kota Manado, yakni Pasar Tuminting terpantau sepi.
Umumnya menjelang Lebaran, masyarakat akan berbondong-bondong menuju pasar guna membeli berbagai kebutuhan pokok.
Namun hal tersebut tak terlihat saat Zonautara.com menyambangi Pasar Tuminting pada Rabu (25/03/2025).
Beberapa penjual bahan pokok yang ditemui mengaku bahwa terjadi penurunan aktivitas pembeli pada momen menjelang Lebaran tahun ini bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kadang ramai, kadang sepi. Hari ini biasa saja, belum ada peningkatan. Lebih ramai tahun lalu,” ujar Arif, salah satu pedagang sembako di Pasar Tuminting.
Rustam Rumampuk, seorang pedagang di Pasar Tuminting juga menyampaikan hal yang sama bahwa kondisi pasar saat ini memang sunyi.
“Pasar masih sepi,” ujar Rustam saat ditanya potensi meningkatnya aktivitas jual beli di pasar menjelang Lebaran.
Baik Arif mau pun Rustam, keduanya sama-sama menduga, kondisi pasar yang sunyi dipengaruhi harga beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan.
Komoditas seperti cabai rawit kini harganya mencapai Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Sedangkan tomat berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
“Ada beberapa bahan yang harganya naik, seperti cabai rawit dan tomat,” ungkap Arif.
Harga-harga komoditas seperti cabai rawit, tomat dan bawang di Pasar Tuminting cukup fluktuatif. Selalu berubah setiap harinya.
“Hari ini naik, besok turun, lusa naik lagi, begitu seterusnya. Kemarin murah, hari ini sudah mahal,” ucap Rustam.
Ia menduga, naik turunnya harga tersebut merupakan ulah dari tengkulak yang sengaja menimbun stok bahan pokok.
“Ada yang menimbun bahan lalu ditunggu momen yang sudah dekat hari raya, baru kemudian stok dikeluarkan,” duga Rustam.
Mereka berharap hal seperti ini dapat menjadi perhatian pemerintah, agar senantiasa memantau ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan.