Dashboard Data Padi dan Beras Sulut
Dashboard ini menyajikan data padi dan beras di Provinsi Sulawesi Utara dari tahun 2018 hingga 2024. Gunakan peta interaktif untuk mengeksplorasi data per kabupaten/kota, atau lihat tabel dan grafik di bawah untuk analisis lebih lanjut.
Tren Produksi Padi Sulawesi Utara
Perbandingan Produksi Beras 2024 (5 Teratas)
Data Lengkap Kabupaten/Kota
Penjelasan Teknis Data Padi dan Beras
1. Produksi Padi/Beras
Produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Produksi beras diperoleh dari hasil konversi produksi padi menjadi beras dengan menggunakan angka konversi gabah ke beras dan mempertimbangkan proporsi gabah/beras yang susut/tercecer dan untuk penggunaan nonpangan. Produksi padi dan beras dihitung pada level kabupaten/kota.
2. Luas Panen Padi
Sejak 2018, BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk penghitungan luas panen padi. Luas panen padi dihitung berdasarkan pengamatan objektif menggunakan metodologi KSA yang dikembangkan oleh BPPT dan BPS.
3. Produktivitas per Hektar
Estimasi angka produktivitas padi diperoleh dari Survei Ubinan. Sejak 2018, BPS menggunakan hasil Survei KSA dalam penentuan sampel ubinan. Penggunaan basis KSA dalam menentukan sampel ubinan bertujuan mengurangi risiko lewat panen (non-response) sehingga penghitungan menjadi lebih akurat. Penentuan lokasi sampel ubinan yang tadinya dilakukan secara manual, saat ini menggunakan aplikasi berbasis android. Koordinat plot ubinan digunakan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan analisis spasial ubinan.
4. Luas Lahan Baku Sawah Nasional
Pada 2019, Kementerian ATR/BPN menetapkan luas lahan baku sawah nasional 2019 berdasarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tanggal 17 Desember 2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019, yaitu sebesar 7.463.948 hektare.
5. Angka Konversi dari Gabah Kering Panen (GKP) ke Gabah Kering Giling (GKG) dan Angka Konversi dari GKG ke Beras
Penghitungan konversi gabah menjadi beras memerlukan angka konversi GKP ke GKG dan angka konversi GKG ke beras. Pada 2018, BPS memperbarui kedua angka ini dengan melaksanakan Survei Konversi Gabah ke Beras di dua periode musim yang berbeda dengan basis provinsi sehingga didapatkan angka konversi untuk masing-masing provinsi. Sebelumnya, survei hanya dilakukan pada satu musim tanam dan secara nasional. Angka konversi GKP ke GKG serta GKG ke beras hasil survei pada level provinsi digunakan dalam penghitungan produksi padi (GKG) dan beras. Angka tersebut bervariasi antarprovinsi.
Penghitungan produksi beras juga memperhitungkan proporsi gabah dan beras yang susut/tercecer serta digunakan untuk penggunaan nonpangan. Pada 2021, Neraca Bahan Makanan (NBM) telah dilakukan pembaruan menjadi NBM 2018-2020 sehingga produksi beras saat ini dihitung menggunakan angka konversi berdasarkan NBM 2018-2020.
