ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar operasi bantuan pangan berupa beras di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (11/7/2025) pagi. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas keresahan masyarakat terkait lonjakan harga bahan pokok, sekaligus mendukung kelancaran hajatan Pengucapan Syukur yang akan berlangsung pada hari Minggu.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulut, Franky Tintingon, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan pelaksanaan penyaluran cadangan pangan beras pemerintah kepada Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Menurutnya, gerak cepat ini sejalan dengan arahan Gubernur Yulius untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi gejolak harga di pasaran.
“Pemerintah hadir untuk melindungi rakyat dari tekanan ekonomi, terutama terkait kebutuhan pokok seperti beras. Ini juga untuk mendukung kelancaran Pengucapan Syukur di Kabupaten Minsel,” kata Franky Tintingon.
Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, yang turut memantau pelaksanaan operasi pangan murah ini, menegaskan bahwa Pemprov Sulut berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menyambut Pengucapan Syukur dengan damai dan penuh sukacita tanpa dibebani harga pangan yang melonjak. Ini bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Victor.
Operasi pasar murah ini menjadi bagian dari Gerakan Pangan Murah yang digagas Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulut. Masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, antara lain:
Adapan bahan pokok yang disediakan pada pasar murah ini antara lain, beras SPHP: Rp 58.000/5 kg; minyak goreng Kita Rp 15.000/liter; gula pasir Rp 16.500/kg; telur ayam Rp 50.000/kg; bawang merah Rp 47.000/kg; bawang putih Rp 31.000/kg; cabai rawit Rp 75.000/kg dan daging ayam Rp 32.000/ekor
Untuk wilayah Minsel, pasar murah digelar di tiga titik lokasi, yakni di Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, di Desa Tumpaan II, Kecamatan Tumpaan dan di Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran.
Franky menambahkan, kegiatan serupa akan digelar di 15 kabupaten/kota lainnya secara bertahap, dengan prioritas daerah yang paling terdampak lonjakan harga.
Dengan koordinasi lintas lembaga dan komitmen kuat terhadap perlindungan masyarakat, Pemprov Sulut terus menunjukkan kesigapan dalam menjaga stabilitas pangan sebagai fondasi utama pembangunan sosial dan ekonomi daerah.



