ZONAUTARA.com – Momentum tahun ajaran baru 2025 menjadi istimewa di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Bupati Chyntia Ingrid Kalangit mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah untuk turut mengantar anak-anak mereka di hari pertama sekolah, Senin, 14 Juli 2025.
Ajakan ini sejalan dengan peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, sebagai upaya konkret menanggulangi fenomena fatherless yang masih tinggi di Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan nasional, Wihaji mengungkapkan bahwa 20,9% anak-anak Indonesia tergolong dalam kondisi fatherless, atau kehilangan peran serta figur ayah, baik secara fisik maupun emosional.
Kondisi ini berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam aspek psikologis, emosional, dan sosial.
“Ini penting sebagai kementerian yang menangani sumber daya manusia, khususnya dari hulu sampai hilir, dari calon pengantin hingga lansia,” ujar Wihaji saat peluncuran GATI di Majalengka, Senin (21/4/2025).
Ia menekankan bahwa pelibatan ayah dalam pengasuhan bukan hanya soal hadir secara fisik, tetapi juga kehadiran yang bermakna dalam kehidupan anak-anak.
Menanggapi gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sitaro menunjukkan dukungan penuh.
Bupati Chyntia Ingrid Kalangit mendorong para ayah di seluruh penjuru Sitaro untuk ikut mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah pada hari pertama masuk nanti.
“Ini bukan sekadar seremoni. Mengantar anak di hari pertama sekolah adalah bentuk kehadiran emosional yang sangat berarti, dan ini juga simbol keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan,” tegas Kalangit dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Kalangit meyakini, kehadiran ayah di momen penting seperti ini bisa memperkuat hubungan anak dan orang tua, serta menciptakan rasa aman dan percaya diri pada anak.
Ia juga berharap GATI bisa menjadi pintu masuk bagi perubahan paradigma pengasuhan yang lebih inklusif dan setara antara ibu dan ayah.
GATI sendiri merupakan program strategis BKKBN yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam setiap fase kehidupan anak, termasuk dalam pendidikan, kesehatan, dan pembentukan karakter.
Gerakan ini menargetkan perubahan sosial jangka panjang guna membentuk generasi Indonesia yang lebih tangguh, sehat, dan berdaya saing.
Dengan dukungan pemerintah daerah seperti yang dilakukan oleh Pemkab Sitaro, GATI diharapkan tidak hanya menjadi program nasional, tetapi juga menjadi gerakan akar rumput yang hidup di tengah keluarga Indonesia. Karena sejatinya, masa depan bangsa dimulai dari rumah dan di sana, peran ayah tak tergantikan.
***


