ZONAUTARA.com – Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, menyerahkan secara simbolis bantuan dana stimulan rumah bagi warga terdampak erupsi Gunungapi Ruang, April 2024 lalu.
Sebanyak 701 kepala keluarga akan menerima dana 40 persen di termin pertama, serta komponen upah sebesar 25 persen.
“Semoga dengan bantuan ini, rumah bapak dan ibu segera dibangun kembali. Sedangkan yang sudah membangun akan mendapat pengembalian,” kata Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, dalam sambutannya, di gereja GMIST Imanuel Keling dan GMIST Nazareth Bahoi.
Chyntia juga mengajak semua warga untuk bersabar, karena dalam tahap pertama ini belum semua warga menerima bantuan. Sesuai data, masih terdapat 1.249 KK yang akan menerima bantuan di tahap kedua.
“Penyalurannya akan segera menyusul,” ucap Chyntia.
Bupati menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas, usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, memiliki misi bersama untuk memastikan bantuan bagi warga terdampak Gunungapi Ruang segera sampai kepada masyarakat.
“Kami berupaya, karena ini sudah menjadi janji. Dan ini bukan hanya soal janji, tetapi juga kebutuhan mendesak bagi bapak dan ibu penerima bantuan,” ujarnya.
Zonautara.com menghubungi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Joickson Sagune.
Menurut dia, agenda Senin, 14 Juli 2025, yakni penyaluran bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak bagi warga terdampak, khususnya untuk tahap 1 dan termin 1, sebesar 40 persen dari bahan bangunan, serta 25 persen dari komponen upah yang disalurkan dalam bentuk uang tunai.
“Sebenarnya total yang diterima sebanyak 25 persen untuk upah dan 75 persen untuk bahan. Jadi, saat ini untuk termin satu itu baru 40 persen bahan. Untuk upah akan langsung ditarik tunai, sedangkan bahan akan dipindahbuku ke pihak ketiga,” ungkapnya.
Untuk 701 KK yang saat ini menjadi penerima bantuan, berasal dari sebagian warga Kelurahan Bahoi, Balehumara, dan Kampung Barangka Pehe. Meski begitu, ia berharap perbaikan rumah sudah mulai dikerjakan.
“Karena sudah diterima, seharusnya segera dikerjakan. Dan untuk pihak ketiga, kita juga menggunakan warga lokal,” ucap Sagune.

Kendala pencairan dana stimulan
Sebelumnya, Sagune menjelaskan bahwa pihak Bank Mandiri Cabang Sudirman Manado melaporkan banyak data KTP yang tidak sesuai dengan catatan Dinas Dukcapil.
Selain itu, terdapat pula warga terdampak yang kini sudah tidak berdomisili di wilayah Sitaro, yang turut memperlambat proses pembukaan rekening bantuan.
Dari total 1.950 jiwa yang terdata sebagai penerima bantuan, baru sekitar 700 warga yang datanya dinyatakan lengkap dan telah dapat diproses pembukaan rekeningnya.
Pemda menargetkan agar seluruh warga terdampak telah memiliki rekening aktif paling lambat pada minggu depan.
“Sudah ada kesepakatan, data yang lengkap akan langsung diproses pembukaan rekening dan pencairan bantuannya. Kami tidak akan menunggu seluruh data selesai, tapi akan dilakukan secara paralel sesuai kesiapan data,” kata Sagune, Sabtu, 7 Juni 2025.
Gunung Ruang, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, meletus pada April 2024 lalu. Letusan pertama terjadi pada tanggal 16 April dan kedua pada 30 April 2024.
Erupsi tersebut masuk dalam kategori besar, dengan kolom abu mencapai lebih dari 2.000 meter.
Badan Geologi mencatat aktivitas vulkanik meningkat tajam hanya dalam waktu 24 jam sebelum letusan utama.
Akibat letusan tersebut, ribuan warga khususnya dari Pulau Tagulandang terpaksa mengungsi.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya lebih dari seribu warga terdampak langsung.



