ZONAUTARA.com – Kecemasan menyelimuti Kartini Pangurian, warga Kepulauan Talaud, setelah mengetahui kabar bahwa dua anggota keluarganya, Stevani Sawori dan Floresita Sawori, menjadi penumpang KM Barcelona VA yang terbakar di perairan Pulau Talise, pada Minggu, 20 Juli 2025.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Talaud menuju Manado.
Kartini tak bisa melepaskan pandangan dari layar handphone-nya sejak mendengar insiden tersebut. Terbatasnya jaringan di Talaud membuat keluarga korban semakin gelisah.
“Kami hanya bisa memantau lewat media sosial, berharap melihat wajah mereka,” ungkap Kartini melalui pesan WhatsApp.
Diketahui, Stevani berdomisili di Matungkas, Minahasa Utara, sementara Floresita adalah seorang mahasiswi yang hendak kembali ke Manado.

Sekitar pukul 16.30 WITA, Kartini akhirnya melihat tanda-tanda keberadaan keluarganya dari tayangan live warga di media sosial, serta sejumlah foto yang beredar di Facebook.
“Saya melihat Vani di live, dan terakhir dapat foto Flora,” katanya dengan nada lega.
Namun, satu anggota keluarganya lainnya, Lestari Takasiliang, hingga kini belum ditemukan.
“Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Kartini.

Sementara itu, proses evakuasi masih terus berlangsung. Sejumlah kapal penyelamat dikerahkan, termasuk bantuan dari kapal penumpang dan nelayan tradisional di sekitar perairan Talise.
Kepala Basarnas Manado, George Randang, membenarkan bahwa evakuasi tengah dilakukan.
“Saat ini tim sedang melakukan proses evakuasi,” katanya saat dihubungi Zonautara.com.
Terkait informasi mengenai korban jiwa, George menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Data sementara, satu orang meninggal. Tapi kami belum bisa pastikan. Kami sedang dalami,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pelabuhan Manado dipadati keluarga korban yang menunggu kabar. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, juga telah hadir di lokasi untuk memantau langsung situasi.


