ZONAUTARA.com – Evakuasi Kapal Barcelona Va masih berlangsung hingga, Minggu 20 Juli 2025 Malam.
Setidaknya ada tiga titik posko darat yang disiapkan saat ini, yakni di Pulau Gangga, Pelabuhan Manado dan Pelabuhan Munte.
“Ada posko di Pelabuhan Manado, Pelabuhan Likupang, dan Pulau Gangga,” Kata Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Minggu sore saat memantau di Pelabuhan Manado.
Diketahui Kapal KM Barcelona Va, dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Lirung di Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Sabtu 19 Juli 2025 sore, namun jadwal bergeser.
“Biasanya pukul 5 atau 6 sore sudah berangkat, tapi kemarin itu saya lihat terlambat sekali keberangkatan dari Lirung diduga cuaca buruk, kapal baru berangkat tengah malam sekira jam 12 malam kalau tidak salah,” kata Randy (bukan nama sebenarnya) warga Talaud, yang coba dihubungi lewat pesan whatsapp.
Randy diketahui sering menggunakan kapal dibanding pesawat ketika keluar daerah.
“Kalau normal kapal sudah masuk Pelabuhan Manado itu kira – kira jam 8 atau 9 pagi” ungkapnya.
Diketahui sesuai rute, kapal ini bertolak pertama dari Pelabuhan Beo, kemudian lanjut ke Pelabuhan Melonguane dan terakhir di Pelabuhan Lirung sebelum menuju ke Kota Manado.
“Itu rute biasanya,” katanya.

Kebakaran kapal ini sontak membuat heboh, karena biasanya tidak ada kapal dari Talaud yang berlayar pada Minggu siang.
Zonautara.com mendapati data sementara dari warga desa, hingga Minggu sore penumpang yang berhasil di evakuasi di titik posko darat di Pulau gangga, dalam foto beredar nama para penumpang di tulis di buku catatan, dimana untuk Pulau Gangga satu terdapat 205 penumpang sedangkan di Pulau Ganga dua terdapat 55 penumpang.
Didapati juga ada data penumpang yang dirawat di Puskesmas Mubune ada 32 penumpang kapal KM Barcelona Va.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, angkat bicara terkait insiden kebakaran kapal KM Barcelona Va.
Ditemui sejumlah media saat melakukan pemantauan di Pelabuhan Manado, Gubernur Sulut mengungkapkan bahwa informasi sementara menyebutkan sumber api berasal dari salah satu kamar kapal.
“Tapi kita akan cek lagi, namun informasi sementara api berasal dari kamar nomor 33, kalau tidak salah,” kata Yulius.
Ia juga membenarkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Korban yang meninggal diketahui merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Talaud menuju Manado.
“Untuk sementara, yang meninggal adalah pasien yang dirujuk dari Talaud ke Manado,” ungkapnya.

Mengenal kapal KM Barcelona Va
Sesuai data yang diperolah Zoanutara.com, KM Barcelona V.A adalah kapal penumpang modern milik PT Surya Pasific Indonesia (SPI) yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan dan kemewahan dalam pelayaran.
Kapal ini resmi meluncur pada Desember 2021, dan sejak itu menjadi salah satu armada unggulan perusahaan pelayaran tersebut.
Kapal ini memiliki ukuran yang cukup besar, yakni panjang 67 meter, lebar 8,9 meter, dan tinggi 2,9 meter dari permukaan air.
Dengan gross tonase 1106 GT, KM Barcelona V.A mampu mengangkut hingga 600 penumpang, menjadikannya salah satu kapal komersial terbesar di kelasnya yang beroperasi di wilayah Indonesia Timur.

Di balik desainnya yang elegan dan konstruksi yang kuat, kapal ini menggunakan dua mesin Mitsubishi berkekuatan masing-masing 1850 HP dengan kecepatan 1650 rpm.
Konfigurasi mesin tersebut menjadikan KM Barcelona V.A cukup ideal untuk berlayar dalam kondisi cuaca berombak, menambah rasa aman bagi para penumpang.
Secara teknis dan estetika, KM Barcelona V.A memiliki sejumlah peningkatan dibandingkan pendahulunya, KM Barcelona III.
Kapal ini hadir dengan ruang kamar dan dek yang lebih luas, lebih nyaman, serta memiliki nuansa mewah, menandakan adanya peningkatan dalam kualitas layanan serta perhatian pada kenyamanan penumpang.
Pembangunan kapal ini dilakukan secara mandiri oleh PT Surya Pasific Indonesia, sebagai operator kapal, merupakan perusahaan nasional yang bergerak di tiga bidang usaha: manufaktur, dagang, dan jasa.


