Kisah Remi dan Hanice: Kehilangan buah hati saat insiden KM Barcelona V-a

Rela bertahan di Pelabuhan Manado demi kabar anaknya

Penulis: Indra Umbola
Editor: David Sumilat
Air mata Hanice Sarempaa belum kering sepenuhnya, mengisahkan kehilangan anak saat insiden KM Barcelona. (Foto: Indra Umbola/Zonautara.com)

ZONAUTARA.com – Air mata Hanice Sarempaa belum kering sepenuhnya. Ia seorang ibu yang kehilangan anaknya dalam musibah kebakaran KM Barcelona V-a, Minggu (20/07/2025).

Matanya masih sembab, tangisan rindu masih menggema. Bahkan ia belum bisa berkata banyak saat ditemui Zonautara.com, Senin (21/07/2025).

Kepanikan massal akibat kobaran api mendorong ratusan penumpang nekat terjun ke laut. Ada yang sempat menggunakan pelampung, ada yang tidak.

Seorang penumpang atas nama Levi Aiba berusia 18 tahun adalah salah satu yang tak sempat menggunakan rompi keselamatan.

“Saya dan dia tidak menggunakan pelampung. Ibunya pakai,” ucap ayah korban, Remi Aiba dengan mata berkaca-kaca.




Saat terjun ke laut, Levi terpisah dari ayahnya, dan itu pula saat terakhir ia terlihat.

“Dia hanya memegang penutup cool box,” tambah Remi menjelaskan.

Remi dan istrinya memilih tak beranjak dari ruang tunggu Pelabuhan Manado agar tak melewatkan satupun informasi tentang anak tercinta yang baru saja menamatkan SMA.

Kedatangan Remi sekeluarga ke Manado adalah untuk mengambil ijazah kelulusan SMA sang buah hati.

“Datang untuk mengambil ijazah,” ucapnya.

Raut kesedihan sama sekali tak dapat disembunyikan dari wajah pria asal Bitunuris tersebut. Ia berharap ada secercah harapan tentang anaknya.

Remi optimis anaknya selamat, meski kini masih dinyatakan hilang bersama satu orang lainnya atas nama Hamen Langinang.

“Saya berharap semua orang bantu mencari, termasuk nelayan di pulau-pulau terdekat. Harus disisir sepanjang pulau, bisa saja dia terdampar dan mengalami cidera,” ucapnya optimis.

Di sisi lain, suasana duka di ruang tunggu Pelabuhan Manado masih kental terasa menyusul pelepasan tiga jenazah korban musibah KM Barcelona V.A.

Tiga jenazah itu dibawa menuju Talaud pada Senin sore usai ibadah pelepasan singkat yang dihadiri langsung oleh Bupati Talaud, Welly Titah.

Selepas itu, orang-orang berangsur pergi. Para penumpang lain telah dijemput kerabat dan keluarga. Namun Remi dan istrinya tidak. Mereka memilih menginap di ruang tunggu Pelabuhan Manado.

Remi dan Hanice rela terluka demi menjaga janji dan menunggu kabar dari sang buah hati.

“Kami akan bermalam di sini,” tegasnya.

***

Follow:
Mengawali karir junalistik di tahun 2019, mulai dari media cetak hingga beberapa media elektronik sebelum akhirnya bergabung dengan Zonautara.com di tahun 2024.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com