Ketika Transpuan diberi ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro

Editor: Marsal Datundugon
Pertandingan antara Venezuela Fc vs Siok Karalung Fc. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala)



ZONAUTARA.com – Sorak penonton menggema di Stadion Ulu Siau sore itu, ketika pembukaan Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2025 dimulai dengan atraksi seni yang tak biasa. Penampilan dari komunitas penata rias, termasuk sejumlah transpuan yang tampil percaya diri dan penuh warna di atas lapangan hijau.

Salah satu dari mereka adalah Jolly. Mengenakan kostum hitam kuning dengan nomor punggung 101.

Bagi Jolly, momen itu bukan sekadar tampil di hadapan publik itu adalah panggung pengakuan, meskipun dalam pertandingan tersebut Venezuela Fc tertinggal 1 : 0 dari lawannya Sion Karalung Fc.

“Sebagai penata rias dan warga Sitaro, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah melibatkan kami dalam berbagai event,” ujar Jolly dengan mata berkaca-kaca.

“Termasuk ketika kami diberi kesempatan tampil pertama di pembukaan Bupati Cup. Ini sangat berarti.”




Bukan kali pertama

Keterlibatan komunitas transpuan dalam acara-acara resmi Pemkab Kepulauan Siau Tagulandang Biaro bukan hal baru. Di beberapa kegiatan sebelumnya, mereka telah diberikan ruang baik sebagai peserta lomba, narasumber pelatihan, hingga pengisi acara seni.

Bagi Jolly dan teman-temannya, kehadiran mereka dalam ruang-ruang publik yang selama ini dianggap eksklusif adalah simbol perubahan. Sesuatu yang belum tentu mudah terjadi di daerah lain.

Ketika Transpuan diberi ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro
Pertandingan antara Venezuela Fc vs Siok Karalung Fc. (Foto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala)

“Kami merasa dihargai. Ini bukan hanya tentang tampil, tapi tentang dipercaya. Kami ingin terus berkontribusi, dan mendukung visi SITARO MASADADA demi kesejahteraan semua lapisan masyarakat,” tutur Jolly.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas, memang dikenal terbuka dan inklusif terhadap keragaman sosial di daerah kepulauan tersebut.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit saat ditemui menyampaikan sikap pemerintah saat ini akan terus membuka ruang, bukan membatasi.

“Kami menyadari semua warga punya potensi. Pemerintah hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk membuka ruang partisipasi. Termasuk bagi komunitas transpuan yang selama ini juga aktif dan kreatif,” ujar Kalangit dalam satu kesempatan kepada Zonautara.com.

Tak ada lagi sekat antara siapa yang dianggap ‘layak’ dan siapa yang ‘berbeda’. Di Sitaro, setidaknya untuk sekarang, panggung itu terbuka untuk semua.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com