ZONAUTARA.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengaku siap dan bersiaga guna mengantisipasi dampak tsunami gempa besar Rusia.
Demikian diungkapkan Adolf Tamengkel saat memberikan penjelasan dalam Rapat Koordinasi Antinsipasi Tsunami Dampak Gempa Rusia pada Rabu (0/7/2025) melalui Zoom yang digelar oleh BNPB.
“Saya sudah koordinasi lebih dulu, karena yang terdampak duluan adalah Talaud. saya sudah berkoordinasi dengan unsur Bupati Talaud, juga saya sidah telepon tadi, jadi kita semua siaga. Dari permodelan tadi, satu jam sebelum terjadinya, untuk (dilakukan) evakuasi, dan semoga kita bisa hindari,” ungkapnya.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami di beberapa daerah khususnya untuk pantai bagian utara Indonesia.
Demikian peringatan ini memperbaharui peringatan sebelumnya dari gempa berkekuatan 8,6 skala Richter yang terjadi pada Rabu pagi (30/07/2025) di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia.
“Peringatan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah Gorontalo, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Utara,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Meski tidak secara spesifik tinggi tsunami, namun BMKG dalam keterangannya memberikan status Waspada pada daerah yang disebutkan.
“Pemerintah daerah yang berada pada status Waspada diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai,” tulis BMKG.


