ZONAUTARA.com — Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay terpilih dan dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulut periode 2025-2030 melalui musyawarah daerah (musda) yang digelar di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (31/07/2025).
Dalam sambutannya, Victor Mailangkay menyampaikan terima kasih atas kepercayaan jajaran pengurus HNSI Sulut baginya untuk menjadi ketua.
Menurutnya, kolaborasi merupakan hal yang penting dalam mencapai target dalam program hilirisasi hasil laut, blue economy dan pemberdayaan nelayan.
Untuk itu penting membangun kebersamaan daripada tergantung kepada satu figur tertentu untuk kemajuan HNSI Sulut.
“Saya kalau ada kelemahan, tolong diingatkan, untuk kita sama-sama bersinergi,” ucap Victor dalam sambutannya usai dilantik.
Ia juga megingatkan pentingnya konsolidasi di internal pengurus HNSI itu sendiri.
“Kita akan lakukan musyawarah DPC (Dewan Pimpinan Cabang), rayon di tingkat kecamatan, dan kita akan buat rukun nelayan di setiap desa,” tambahnya.
Dalam kepemimpinannya, Victor menyampaikan akan ada digitalisasi untuk mendata semua potensi-potensi anggota serta nelayan. Selain itu, akan dijalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami ingin melakukan perlindungan kepada nelayan. Jadi ketika nelayan melaut ada ketenangan karena ada perlindungan dari BPJS,” imbuhnya.
Selain itu, akan dilakukan berbagai kerjasama strategis lainnya sebagai upaya perlindungan dan pemberdayaan nelayan di Sulut.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Sumardjono mengatakan, HNSI dibentuk untuk menjembatani kebijakan pemerintah kepada nelayan dan sebaliknya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman perundang-undangan tentang laut bagi nelayan, mengingat letak geografis yang berada di perlintasan Samudera Pasifik.
“Pemahaman perundang-undangan yang berlaku akan menjadi perlindungan bagi dirinya dalam melakukan kegiatan di laut, khususnya dalam penangkapan ikan,” ucapnya.
Tak lupa ia mengingatkan, selain melakukan penangkapan ikan, nelayan Indonesia juga punya tugas sampingan dalam hal bela negara.
“Posisi nelayan dalam bela negara adalah sebagai komponen pendukung yang bertugas membantu komponen utama, yaitu TNI AL mau pun kepada komponen cadangan yang bertugas di laut dalam hal penegakan kedaulatan dan hukum di laut atau dalam hal pertahanan dan keamanan di laut dengan cara memberi informasi mengenai apa yang terjadi di laut,” pungkasnya.


