Kolaborasi PPS Tasikoki dan Zonautara.com angkat topik penyelamatan satwa liar

Penulis: Indra Umbola
Editor: Redaktur
Foto bersama PPS Tasikoki, Zonautara.com, dan audience Zona Loka Pande. (Foto: Yegar Sahaduta)

ZONAUTARA.com – Isu penyelamatan satwa liar merupakan isu yang tak ada habisnya dalam diskursus konservasi.

Hal tersebut dikarenakan peran penting satwa liar dalam menjaga keseimbangan alam dan ekosistem.

Staf edukasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Andrew Donsu menyampaikan, setidaknya ada empat fungsi satwa liar, yakni menjaga keseimbangan rantai makanan, menjaga kesehatan ekosistem, pengendalian hama secara alami, dan membantu penyerbukan dan penyebaran benih.

“Satwa liar itu bukan bahan konsumsi. Satwa liar itu yang bertugas menjaga alam, dan kita turut bantu menjaga dari keserakahan oknum-oknum,” ujar Andrew saat menjadi narasumber dalam Zona Loka Pande, Lokatana, Sabtu (09/08/20025) di Amphitheater Woloan, Tomohon.

Selanjutnya, ia juga menyentil letak Sulawesi Utara (Sulut) yang cukup strategis dalam penyelundupan dan perdagangan satwa liar.




“Sulut juga tempat strategis perdagangan satwa liar, karena kita punya pelabuhan terakhir sebelum ke luar negeri,” ujarnya.

Hal itu juga terbukti dari banyaknya upaya penyelundupan dari luar Sulut yang berhasil digagalkan. Adapun satwa yang disita itu telah berada di PPS Tasikoki untuk menjalani rehabilitasi.

“Hewan yang ada di PPS Tasikoki per April 2025 sebanyak 289 individu yang terdiri dari 39 jenis. 80 persen dari satwa tersebut bukan berasal dari Sulut,” ungkapnya.

Setelah menjalani rehabilitasi, satwa liar tersebut akan dikembalikan ke habitat aslinya.

“Kita usahakan satwa itu kembali ke perilaku alamiahnya sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya,” kata Andrew.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Zonautara.com, Ronny Buol yang juga menjadi narasumber mengatakan, mengawal isu satwa liar bukanlah hal mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi.

Dalam beberapa liputan, ia mengatakan, pihaknya berupaya mengungkap pelaku yang terlibat dalam perdagangan satwa liar. Namun usaha itu sering kali menemui tantangan tersendiri.

“Liputan ini berisiko. Kami bahkan pernah harus berhadapan dengan pemburu yang sedang mabuk,” ucapnya.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut terlibat mengawal isu mengenai satwa liar.

“Tidak ada jalan lain selain kolaborasi meskipun sulit,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, ia menegaskan dan memastikan Zonautara.com akan tetap menjadi media yang akan mengawal isu konservasi.

“Bagaimanapun kami harus hadir meski tantangannya luar biasa,” pungkasnya.

***

Follow:
Mengawali karir junalistik di tahun 2019, mulai dari media cetak hingga beberapa media elektronik sebelum akhirnya bergabung dengan Zonautara.com di tahun 2024.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com