ZONAUTARA.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah V Manado turut ambil bagian dalam kemeriahan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025, yang digelar meriah di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Pratikno, hadir langsung sebagai tamu VVIP dan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Tomohon dalam menyelenggarakan ajang pariwisata berskala internasional tersebut.
“Kami bangga menjadi bagian dari parade Tournament of Flowers (ToF) bersama berbagai instansi dan perwakilan daerah. TIFF telah membuktikan diri sebagai magnet wisata yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Pratikno dalam keterangannya.
Menurutnya, ajang tahunan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual melalui parade kendaraan hias, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata. Perputaran uang dari sektor pariwisata, kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi menjadi bukti manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.
“Seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga dan mengembangkan TIFF. Pegadaian tentu selaras dengan semangat ini untuk terus membangun kolaborasi demi kemajuan daerah,” tambahnya.

TIFF 2025 dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata RI, Widyanti Putri Wardana, yang menekankan bahwa festival ini merupakan perpaduan seni, desain, dan keindahan flora. Ia menyebut, berdasarkan analisis Kharisma Event Nusantara 2024, TIFF berhasil menarik lebih dari 300 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp 92 miliar.
“Dampaknya terasa langsung pada pelaku UMKM, pengrajin, kuliner lokal, serta sektor transportasi dan akomodasi,” ungkap Menteri Widyanti.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan Tomohon sebagai ikon Kota Bunga yang mendunia.
“Kalau Bandung dikenal sebagai Kota Kembang, maka Tomohon adalah Kota Bunga. Ini bukan sekadar seremoni, tapi tonggak penggerak ekonomi,” tegasnya.
PT Pegadaian melalui kehadiran di TIFF 2025 ingin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
“Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal agar daerah semakin tangguh dan mampu bersaing di level internasional,” pungkas Pratikno.


