ZONAUTARA.COM – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Utara, Cindy Wurangian, menyoroti rencana pembangunan gedung Museum Sulut yang menelan anggaran hingga Rp15 miliar.
Menurut Cindy, proyek tersebut belum memiliki arah yang jelas karena data koleksi barang bersejarah di Dinas Kebudayaan, khususnya Museum Sulut, masih simpang siur.
“Seharusnya inventaris koleksi sepanjang sejarah Sulawesi Utara ada ribuan. Tapi setiap kali RDP, laporan jumlahnya selalu berubah. Pernah disebut 3.000, tiba-tiba jadi 6.000, lalu berganti lagi 4.000. Dan keberadaannya pun tidak jelas di mana,” kritik Cindy saat rapat pembahasan Ranperda Perubahan APBD Sulut 2025 bersama TAPD, Kamis (21/8/2025).

Cindy mengingatkan, percuma menggelontorkan anggaran besar hanya untuk pembangunan fisik museum, sementara isi koleksinya tidak jelas.
Ia bahkan meragukan kondisi barang bersejarah yang ada jika melihat kebijakan yang dimiliki pihak museum Sulut.
“Apa yang akan mereka pajang di situ? Bisa jadi barangnya sudah lembab, berjamur, dimakan rayap. Apakah masih asli, atau hanya replika, semua itu harus jelas,” tegas anggota Fraksi Golkar DPRD Sulut itu.
Menurutnya, pembangunan museum seharusnya dibarengi dengan pencatatan dan pendataan koleksi bersejarah secara menyeluruh.
Cindy juga mengusulkan agar koleksi tersebut didigitalisasi sehingga bisa diakses masyarakat secara online sebelum berkunjung langsung.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulut, Thalis Gallang, menjelaskan bahwa pembangunan museum ini ditujukan untuk meningkatkan indeks kebudayaan di daerah sekaligus mendukung pendapatan asli daerah.
“Pertimbangan kami dari berbagai aspek, lalu dinas kebudayaan diminta melakukan kajian. Dari hasil kajian itulah muncul angka sebesar ini. Jadi memang aspek output dan outcome yang kita kejar,” ujar Thalis.
Rapat pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2025 ini kemudian diskors oleh Ketua DPRD Fransiscus Silangen dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (22/8/2025).
***



