Indonesia dihantam rentetan bencana: BNPB laporkan kejadian banjir, longsor, hingga karhutla di sejumlah wilayah

Editor: Redaktur
BPBD bersama tim gabungan menemukan dan mengevakuasi korban hilang tedampak gelombang tinggi dan angin kencang di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (21/8). (Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Tengah)

ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia hingga Jumat (22/8) pekan ketiga Agustus 2025.

Total tujuh peristiwa bencana, didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta diperparah oleh gelombang tinggi, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK) dan menelan korban jiwa. Peristiwa-peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu Selasa (19/8) hingga Kamis (21/8).

Dari tujuh peristiwa yang terjadi, gelombang tinggi di Kota Semarang, Jawa Tengah, menyebabkan lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Selain itu, banjir melanda Jakarta Selatan dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sementara tanah longsor terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bencana angin kencang juga menerjang Kabupaten Malang, Jawa Timur, di tengah ancaman kekeringan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan karhutla di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. 

Di DKI Jakarta, banjir akibat hujan deras disertai angin kencang menggenangi tiga kelurahan di Jakarta Selatan pada Rabu (20/8): Kelurahan Cilandak Barat, Kelurahan Pondok Labu (Kecamatan Cilandak), serta Kelurahan Cilandak Timur (Kecamatan Pasar Minggu). Sebanyak 115 Kepala Keluarga (KK) atau 460 jiwa terdampak, meskipun genangan dilaporkan telah surut pada Kamis (21/8). 




Bencana banjir serupa juga terjadi di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, pada Rabu (20/8) pukul 05.00 WIB. Hujan intensitas tinggi merendam sebagian wilayah di Desa Tumbang Kajuei dan Desa Luwuk Lengkuas (Kecamatan Rungun), serta Desa Tampang Tumbang Anjir (Kecamatan Kurun). Banjir ini merendam tempat tinggal 71 KK dan satu fasilitas pendidikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas segera melakukan kaji cepat dan penanganan, dengan banjir yang juga surut pada Kamis (21/8).

Sementara itu, tanah longsor melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (20/8) akibat hujan deras dan kurangnya resapan air pada tebingan. Peristiwa ini berdampak pada 12 KK atau 33 jiwa di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, dan enam unit rumah terancam. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat setempat telah membersihkan material longsoran hingga Kamis (21/8). 

Peristiwa tragis terjadi di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (19/8), di mana gelombang tinggi menyebabkan sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang. 

Angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Rabu (20/8) pukul 15.15 WIB. Bencana ini menerjang Desa Gunungrejo dan Desa Klampok (Kecamatan Singosari), serta Desa Tawangargo (Kecamatan Karangploso), mengakibatkan 19 unit rumah mengalami rusak ringan. Tim BPBD Jatim dan Kabupaten Malang bergerak cepat membantu warga. 

Di tengah musim kemarau, bencana kekeringan melanda Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setelah Bupati menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla sejak 1 Juli 2025. Sebanyak 125 KK atau 518 jiwa di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, terdampak krisis air bersih. BPBD setempat mendistribusikan 4 tangki atau 5.000 liter air bersih pada Kamis (21/8) untuk meredakan dampak ini.

Terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, pada Kamis (21/8), tepatnya di lahan seluas 2 hektare di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Aceh Singkil, Dinas Pemadam Kebakaran, dan TNI/Polri berhasil memadamkan api dan mengendalikan situasi pada pukul 13.45 WIB.

Menyikapi rentetan bencana ini, pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui langkah-langkah antisipatif, termasuk pembaruan pemetaan wilayah rawan, penguatan sistem peringatan dini, dan kesiapan sarana evakuasi.

Koordinasi lintas sektor juga ditekankan untuk penanganan yang cepat dan tepat. Masyarakat diharapkan senantiasa waspada dengan memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalisir risiko bencana.

 

TAGGED:
Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com