Meredam gejolak nasional, Bupati Yusra imbau masyarakat Bolmong jaga kedamaian

Seleksi informasi dinilai penting untuk mencegah perpecahan dan menjaga suasana kondusif di Bolaang Mongondow.

Editor: Redaktur
Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi. (Foto: Zonautara.com/Marshal Datundugon)

ZONAUTARA.com – Suasana politik nasional dalam beberapa pekan terakhir diwarnai dengan meningkatnya isu demonstrasi yang ramai diperbincangkan di berbagai pelosok negeri.

Di tengah derasnya arus informasi yang beredar, baik melalui media sosial maupun percakapan sehari-hari, kekhawatiran publik soal potensi perpecahan tak bisa dipandang sebelah mata.

Kondisi ini turut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, tampil menenangkan masyarakat dengan mengimbau agar warga tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan lebih bijak menyaring informasi.

“Mari kita semua selektif dalam menerima informasi, terutama yang berpotensi memecah belah masyarakat. Jangan mudah terpancing oleh isu yang tidak jelas kebenarannya. Yang utama adalah menjaga keamanan dan kedamaian daerah kita tercinta,” ujar Bupati Yusra, Minggu (31/8).

Imbauan serupa juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay, melalui surat resmi bernomor 100.2.2.3/25.8752/SEKR-DPMDD tanggal 30 Agustus 2025, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor demi menjaga stabilitas daerah.




Meredam gejolak nasional, Bupati Yusra imbau masyarakat Bolmong jaga kedamaian
Imbauan melalui surat dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara itu, ada tiga poin utama yang digarisbawahi.

Pertama, lurah, kepala desa, pendamping desa, dan pendamping lokal desa diminta untuk aktif memonitor aktivitas warganya dan kelompok masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif penuh kekeluargaan.

Kedua, Dinas PMD kabupaten/kota diminta mengimbau pemerintah desa dan kelurahan supaya terus memfasilitasi aspirasi masyarakat melalui musyawarah mufakat.

Sementara poin ketiga menekankan pentingnya koordinasi pemerintah desa dan kelurahan dengan aparat kepolisian serta TNI terdekat guna memberikan edukasi positif kepada masyarakat.

Langkah ini, menurut Mailangkay, merupakan bentuk ikhtiar kolektif menjaga keamanan, meredam potensi konflik, sekaligus mengedepankan nilai musyawarah dalam menghadapi dinamika sosial.

Di tengah riuhnya isu nasional, masyarakat Bolmong diharapkan tetap tenang. Imbauan Bupati Yusra yang diperkuat dengan surat resmi Wakil Gubernur Sulut menjadi pesan jelas bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.

Seperti yang disampaikan Bupati Yusra, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Edukasi, musyawarah, dan kekeluargaan adalah fondasi agar daerah tetap aman dan kondusif.

Jurnalis yang berdomisili di Bolaang Mongondow dengan fokus liputan pada aktivitas pemerintahan, sosial dan lingkungan.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com