Pasca unjuk rasa ricuh di Jakarta: Fasilitas umum rusak parah, transportasi digratiskan, Polri siap tindak tegas

Petugas mulai membersihkan puing-puing dari kerusakan fasilitas umum

Yosef Ferdiana
Penulis: Yosef Ferdiana
Editor: Ronny Adolof Buol
Nampak bangkai mobil yangh terbakar pada aksi massa di Jakarta, Jumat (29/8/2025)/ / Foto: Zonaurtara.com

ZONAUTARA.comUnjuk rasa yang berujung ricuh di berbagai titik di Jakarta pada Jumat (29/8/2025) dan Sabtu (30/8/2025) dini hari, menyusul tewasnya pengemudi ojek daring Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis Brimob, telah menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas umum dan sarana transportasi publik Ibu Kota.

Aksi massa yang anarkis ini mengakibatkan pembakaran sejumlah halte Transjakarta, gerbang tol, serta penyerangan kantor polisi di beberapa wilayah. Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk menggratiskan seluruh moda transportasi di bawah kewenangan Pemprov DKI selama satu minggu ke depan, sementara Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan menindak tegas para pelaku anarkistis.

Kepala Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani melaporkan pada Sabtu, bahwa “setidaknya tujuh halte Transjakarta hangus dibakar orang yang tak bertanggung jawab. Halte itu seperti Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Central Senen, dan Halte Senayan BDKI. Selain itu, Halte Gerbang Pemuda, Halte Bundaran Senayan, dan Halte Pemuda Pramuka juga dirusak.”

Informasi hingga Sabtu (30/8/2025) siang, Ayu menambahkan sebagaimana dikutip dari pemberitaan Kompas, “setidaknya ada 6 halte terbakar dan 16 halte yang mengalami vandalisme.” Keenam halte yang terbakar adalah Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, Halte Gerbang Pemuda, dan Halte Bundaran Senayan.

Sementara 16 halte yang dirusak meliputi Halte Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, Widya Chandra Telkomsel, Jatinegara, Kejaksaan Agung, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, Masjid Agung, Non BRT Gelora Bung Karno 1, dan Non BRT Polda Metro Jaya 1.




unjuk rasa
Seorang anak berdiri di pintu pagar yang rusak akibat aksi massa di Jakarta pada Jumat (29/8/2025). / Foto: Zonautara.com

Selain itu, kantor Polres Metro Jakarta Timur juga “dilempari dengan bom molotov sampai ratusan kali” oleh massa, seperti disampaikan Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Alfian Nurrizal. Kondisi ini menyebabkan “tujuh mobil yang terbakar, termasuk satu unit ambulans.”

Beberapa kantor polsek lain seperti Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, Pasar Rebo, dan Cipayung juga menjadi sasaran serangan massa. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api hingga Sabtu pagi.

Dampak kerusuhan juga melumpuhkan akses Tol Cawang-Tomang-Pluit, yang belum beroperasi normal hingga Sabtu sore. Sebanyak tujuh gerbang tol dibakar massa, yaitu GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1. Fasilitas jalan tol lainnya seperti lebih dari 20 water barrier, rubber cone, median concrete barrier (MCB), dan CCTV jalan tol juga dirusak.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo menjelaskan bahwa “sehubungan dengan situasi massa di sekitar kawasan Polda dan Senayan yang ricuh dini hari, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyesuaikan pola operasional untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna.”

Layanan MRT beroperasi penuh dari Stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 7 train-set dan headway 10 menit, namun “Stasiun Istora Mandiri (IST) tidak melayani pelanggan dalam pola layanan operasi ini.” Sebelumnya, pada pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, diberlakukan pola short loop dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M BCA, dan tidak ada operasional dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun ASEAN.

Warga Jakarta juga merasakan dampak langsung. Glenn (27), warga Jakarta Selatan, mengaku tertahan di Jalan Tol Kebon Jeruk hingga 1,5 jam. “Mobil baru bergerak pukul 01.30,” ujarnya. Glenn memahami kekecewaan publik, namun menilai perusakan fasilitas umum “menjadi tidak wajar.” Ia juga mengkritik insiden yang memicu kerusuhan, dengan menyatakan, “Berawal dari kesombongan anggota DPR, semua jadi terdampak.”

Hingga Sabtu pagi, efek gas air mata masih terasa di kawasan Senayan. Sunyoto (47), seorang pengendara, mengatakan, “Perih sekali rasanya. Padahal, sudah lewat satu malam gas air matanya ditembakkan. Kasihan itu yang bawa anak kecil.”

Menyikapi kerusakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, usai mengunjungi rumah Affan Kurniawan pada Sabtu (30/8/2025), menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki halte dan fasilitas umum yang terbakar.

“Saya minta untuk segera diperbaiki. Di beberapa tempat sudah dilakukan perbaikan, termasuk yang di tahap awal di Halte Transjakarta Slipi 1,” katanya. Selain itu, Pramono juga mengumumkan penggratisan tarif moda transportasi yang menjadi kewenangan Pemprov DKI selama satu minggu ke depan. Ayu Wardhani menambahkan, “Armada akan beroperasi situasional mengikuti keadaan di lapangan.”

Dari pihak berwenang, Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan “mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku” terhadap para pelaku anarkis. Pernyataan ini disampaikan setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Hambalang, Bogor, pada Sabtu (30/8/2025).

Listyo menekankan bahwa kebebasan berpendapat harus disertai kesadaran menjaga kesatuan bangsa dan tidak mengarah pada tindakan pidana. Senada, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengimbau masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan menghindari provokasi.

1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com