ZONAUTARA.com – Manado Marketing Festival (MMF) 2025 sukses menggelar hari kedua rangkaian acaranya di Manado, Sulawesi Utara, pada 2 September 2025. Acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif untuk membahas gagasan strategis tentang ‘Sustainable Marketing in the AI Era’, yang secara khusus menyoroti peran sentral Sulawesi Utara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Indonesia.
Forum tersebut secara mendalam menggarisbawahi bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus menciptakan dampak positif jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat.
Berbagai pakar dan pemimpin industri berbagi pandangan tentang pemanfaatan teknologi, narasi lokal, dan strategi kolaborasi untuk mewujudkan visi daerah sebagai gerbang utama Indonesia Timur ke Asia Pasifik.
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Sulawesi Utara, Reza Dotulung, S.S.T., M.App.Ec, dalam sambutannya menegaskan, “Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang utama Indonesia Timur ke Asia Pasifik. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas masyarakat guna membangun ekonomi inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada pengembangan SDM.”
Dari sektor pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Yudhistira Siwu, menekankan pentingnya narasi lokal dan kearifan budaya dalam membangun kekuatan destinasi, agar promosi pariwisata memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pandangan ini juga diperkuat oleh Fransiska Pattimahu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, yang menyoroti strategi pemasaran adaptif dan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal serta membuka ruang investasi inklusif.
Panel diskusi juga menghadirkan perspektif beragam dari sektor perbankan, ritel, dan kewirausahaan. Audy Thuda, Pimpinan Divisi Perencanaan Bank SulutGo, menyoroti peran bank daerah sebagai mitra pembangunan ekonomi melalui integrasi teknologi digital dan AI untuk layanan yang lebih aman, relevan, dan personal.

Dari sektor ritel, Lenny Suparti, Marketing Manager FreshMart, menjelaskan penerapan CRM berbasis data sebagai ‘intelligence engine’ untuk memprediksi perilaku pelanggan dan mengintegrasikan keputusan online-offline, membangun relasi jangka panjang.
Sementara itu, Muhammad Pradytio, Project Officer Diplomat Success Challenge & Founder Impala Network, mengingatkan bahwa persaingan modern membutuhkan nilai emosional dan pengalaman bagi konsumen, bukan hanya harga atau fungsi produk.
Perwakilan sektor energi dan keuangan juga turut berbagi. Revi Aldrian, Manager UP3 Manado PLN UID Suluttenggo, memaparkan transformasi digital PLN melalui inovasi dan pemanfaatan AI di PLN Mobile, Smart Distribution Vegetation Management (DVM), dan SkyProbe berbasis drone AI untuk efisiensi operasional dan layanan pelanggan.
Pratikno, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, berbagi tentang ekosistem emas terintegrasi melalui Pegadaian Bullion Services dan Pegadaian Digital untuk memperluas akses dan mendorong inklusivitas keuangan.
Di sektor perikanan, Abrizal Ang, Vice President of Operations and Marketing PT Samudra Mandiri Sentosa (SMS), menjelaskan penggunaan AI untuk memprediksi lokasi tangkapan, mengoptimalkan operasi, serta memperkuat strategi pemasaran dan branding di tengah fluktuasi harga dan tekanan impor. Ia menekankan bahwa AI melengkapi kreativitas manusia untuk membangun hubungan autentik dan ide besar.
Hari kedua MMF 2025 juga dimeriahkan dengan penganugerahan Industry Marketing Champion 2025 Sulawesi Utara, Corporate EM for Impact 2025, dan Public Service Awards 2025, serta Content Marketing Competition Awarding hasil kolaborasi MarkPlus Institute dan ANTAM Logam Mulia.
Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, menutup rangkaian acara dengan sesi “Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran,” menegaskan bahwa tantangan global hanya bisa dijawab melalui adaptasi dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong Sulawesi Utara tampil sebagai pemain strategis di kawasan timur Indonesia.
MMF 2025 menegaskan bahwa teknologi, inovasi, dan kolaborasi bukan sekadar jargon, melainkan peluang nyata untuk memperkuat industri lokal dan ekonomi kreatif Sulawesi Utara. Dengan sinergi lintas sektor, Sulawesi Utara diharapkan menjadi pusat pertumbuhan kawasan Indonesia Timur sekaligus pilar daya saing nasional di era digital.


